Disebutkan dengan pengoperasian unit kedua maka total daya yang dihasilkan dari PLTP Sarulla di Sumatera Utara tersebut mencapai 220 mw. PLTP Sarulla unit pertama dengan kapasitas 110 mw telah memulai beroperasi secara komersial (Commercial On Date/COD) pada Maret 2017.
"Keseluruhan kapasitas proyek pembangkit dari energi baru dan terbarukan ini ditargetkan mencapai 330 mw dan mampu melayani sekitar 2,1 juta rumah di Indonesia," sebut siaran pers tersebut, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.
Operasi secara komersial PLTP Sarulla unit ketiga dengan kapasitas sama 110 mw dijadwalkan pada 2018. PLTP Sarrula, yang merupakan proyek pembangkit panas bumi kontrak tunggal terbesar di dunia telah dimulai konstruksinya pada 2014.
Proyek dengan skema pengembang swasta (Independent Power Producer/IPP) tersebut dibangun oleh konsorsium Inpex Geothermal Sarrula Ltd, Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co Inc yang berasal dari Jepang, PT Medco Power dari Indonesia, Ormat Technologies dari Amerika Serikat, dan Sarulla Operation Ltd.
Produksi listrik dijual ke PT PLN (Persero) dengan jangka waktu 30 tahun. Pasokan listrik dari proyek energi terbarukan tersebut akan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi di Indonesia yang sedang tumbuh.
Sebagai perusahaan energi terintegrasi yang berkontribusi kepada masyarakat, Inpex akan secara proaktif dan terus meraih penguatan pada inisiatif-inisiatif perusahaan terhadap energi terbarukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News