PLTS Atap Mulia Group dan Xurya (Dok. Mulia Group)
PLTS Atap Mulia Group dan Xurya (Dok. Mulia Group)

Bukan Sekadar Pasang Panel, Inilah Tantangan Mitigasi Risiko di Balik PLTS 22,5 MW Mulia Industri

Muhammad Syahrul Ramadhan • 30 April 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Instalasi PLTS Atap terbesar di sektor industri RI dengan kapasitas 22,5 MW, mampu tekan emisi setara penyerapan karbon oleh 180.000 pohon.
  • Proses desain presisi di lahan 150 hektar wajib memastikan operasional pabrik 24/7 tetap berjalan normal tanpa interupsi selama pemasangan.
  • Keterlibatan inspeksi independen menjadi kunci untuk menjamin keandalan sistem, melindungi investasi, dan memastikan aset produktif jangka panjang.
Jakarta: Berdiri sejak tahun 1989, Mulia Industri telah mengukuhkan posisinya sebagai raksasa manufaktur global. Dengan empat divisi utama, perusahaan ini tidak hanya memegang predikat sebagai salah satu pabrik kaca terbesar di dunia, tetapi juga produsen keramik terbesar di Indonesia.
 
Kini, melalui anak usahanya PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya, Mulia Industri kembali mencetak sejarah baru di bidang energi terbarukan.

Instalasi Masif dengan Dampak Lingkungan Nyata 

Berkolaborasi dengan Xurya, Mulia Industri merealisasikan instalasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Atap terbesar di sektor industri Indonesia dengan kapasitas proyeksi mencapai 22,5 MW. Proyek ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan komitmen nyata dalam menekan emisi karbon secara masif.
 
Setiap harinya, sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan energi sebesar 68.500 kWh. Dampak lingkungannya setara dengan kemampuan penyerapan karbon oleh 180.000 pohon, sebuah kontribusi signifikan bagi keberlanjutan ekosistem di kawasan industri.
 

Desain di Lahan 150 Hektar 

Mengintegrasikan teknologi surya di atas kawasan industri seluas 150 hektar bukanlah perkara mudah. Tim ahli harus melakukan desain presisi untuk menentukan bangunan mana saja yang memiliki struktur dan posisi paling optimal untuk dipasangi panel surya.

Tantangan utama dalam proyek ini adalah memastikan operasional pabrik yang berjalan 24/7 tetap berlangsung tanpa interupsi sedikit pun selama masa instalasi. Selain itu, sistem ini dirancang dengan standar daya tahan tinggi, di mana jadwal pemeliharaan (maintenance) besar
diproyeksikan hanya perlu dilakukan setiap 10 tahun sekali.
 

Investasi Strategis dan Pentingnya Inspeksi Independen 

Mengingat besarnya skala pembangunan ini, aspek keandalan menjadi prioritas utama. Pembangunan PLTS Atap ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang memiliki risiko teknis maupun finansial tertentu.
 
Untuk memitigasi risiko tersebut, keterlibatan pihak independen dalam melakukan inspeksi lapangan menjadi sangat krusial. Inspeksi independen berfungsi untuk memastikan keandalan sistem, menjamin bahwa instalasi bekerja sesuai spesifikasi teknis.
 
Selain itu, sebagai upaya mitigasi risiko investasi dengan memastikan modal yang dikeluarkan terlindungi melalui kualitas material dan pengerjaan yang standar dan menjamin agar PLTS Atap menjadi aset produktif yang terus beroperasi secara berkelanjutan untuk jangka panjang.
 
Dengan langkah ini, Mulia Industri tidak hanya memperkuat dominasi bisnisnya di sektor manufaktur kaca dan keramik, tetapi juga menjadi role model bagi transformasi industri hijau di panggung internasional.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan