Illustrasi. Dok : MI/Panca Syaukarni.
Illustrasi. Dok : MI/Panca Syaukarni.

Pertamina Tak Impor BBM untuk Pasokan Stok Lebaran

Ekonomi stok bbm
Suci Sedya Utami • 28 Mei 2019 01:17
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan tidak perlu tambahan impor minyak mentah (crude) dan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan selama ramadan dan lebaran.
 
Direktur Logistik Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo mengatakan kebutuhan BBM seluruhnya dipenuhi dari pasokan dalam negeri. Gandhi mengatakan pasokan dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama bulan suci.
 
"Pasokan crude kita maksimal dari dalam negeri dari KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang ada. Dari luar tidak ada tambahan karena kebutuhan Solar juga berkurang," kata Gandhi di Pertamina, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 27 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gandhi mengatakan kebutuhan BBM akan diolah dari kilang nasional dan tidak ada tambahan impor. Dia bilang konsumsi BBM Solar diperkirakan turun. Sementara untuk Premium dan Avtur diperkirakan mengalami peningkatan.
 
"Solar transportasi kurang. Premium dan avtur yang naik. Langkah kita untuk produksi Premium dan Avtur udah maksimal jadi enggak perlu impor. Cukup dari kilang kita saja," jelas dia.
 
Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di masa lebaran 2019.
 
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan untuk gasoline mengalami kenaikan 15,8 persen dari konsumsi normal 92.593 kilo liter (KL) menjadi 107.206 KL. Sementara untuk gasoil (bensin) diperkirakan turun 10,4 persen dari konsumsi normal 40.426 KL menjadi 36.226 KL.
 
"Ini (bensin) karena angkutan barang enggak boleh melintas dari 31 Mei sampai 10 Juni," kata Djoko.
 
Gasoline terdiri dari Pertamax dan Akra 92 kenaikannya mencapai 32,5 persen dari normalnya 10.248 kilo liter (KL) menjadi 13.578 KL. Begitu juga dengan Pertalite yang diprediksi naik 16 persen dari konsumsi normal 49.943 KL menjadi 57.933 KL. Pertamax Turbo 13,2 persen dari 532 KL menjadi 602 KL.
 
Premium juga diperkirakan meningkat 10,1 persen dari konsumsi normal 31.870 KL menjadi 35.093 KL. Serta Avtur juga diprediksi meningkat konsumsinya 8,3 persen dari kondisi normal 13.414 KL menjadi 14.524 KL.
 
Sementara untuk kelompok Gasoil penurunan terjadi pada jenis Solar dan Akrasol sebesar 11 persen dari konsumsi normal 38.824 KL menjadi 34.552 KL. Adapun Dex dipreiksi meningkat 1,3 persen dari konsumsi normal 474 KL menjadi 480 KL. Serta Dexlite juga diperkirakan meningkat 5,9 persen dari 1.128 KL menjadi 1.194 KL. Peningkatan juga dipreidksi terjadi pada jenis Kerosene atau minyak tanah 9,4 persen dari 1.494 KL menjadi 1.634 KL.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif