Ilustrasi. MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. MI/ANGGA YUNIAR

10 Ribu Sambungan Jargas Siap Dibangun di Ibu Kota Baru

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn) Ibu Kota Baru
Annisa ayu artanti • 31 Agustus 2019 07:17
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan akan membangun infrastruktur jaringan gas di ibu kota baru. Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan langkah itu dilakukan karena saat ini perusahaan telah mengoperasikan jaringan pipa gas di wilayah Kalimantan Timur.
 
"Karena memang kami sudah punya operasinya di daerah Kalimantan Timur," kata Gigih, saat konferensi pers, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019.
 
Gigih mengungkapkan PGN siap mendukung rencana pemerintah memindahkan ibu kota karena wilayah Kalimantan Timur sangat kaya dengan sumber gas. PGN akan mendesain jaringan gas untuk menyuplai kebutuhan energi di ibu kota baru tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga nantinya apabila kota baru ini akan didesain dengan menggunakan sumber energi gas, kita siap menyuplai dan pipanisasinya, serta infrastrukturnya," jelas Gigih.
 
Di tempat yang sama, Direktur Komersial PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan, sampai dengan 2020 perusahaan akan membangun 10 ribu jaringan gas di ibu kota baru tersebut. Sejauh ini PGN telah memiliki desain dasar untuk jaringan gas itu.
 
"Saat ini kami sudah punya rencana untuk FEED di Penajam Paser Utara," sebut Dilo.
 
Lebih lanjut, tambahnyam tahun ini PGN akan membangun 5.000 SR di Kalimantan Timur. Sementara tahun depan akan dibangun lagi 5.000 SR. "Jadi sampai akhir 2020 itu sampai 10 ribu sambungan rumah tangga," katan Dilo.
 
Sebelumnya, Gigih mengatakan kepada Medcom.id telah berbicara kepada Bappenas mengenai rencana pemenuhan gas di ibu kota baru. Beberapa kali pihaknya membahas mengenai infrastruktur pipa gas bumi di Kalimantan. PGN siap bekerja sama dengan badan usaha untuk memenuhi kebutuhan energi di ibu kota baru.
 
"PGN juga siap bersinergi dengan seluruh badan usaha, baik di sektor hulu maupun hilir untuk pemenuhan kebutuhan energi dalam rencana pemindahan ibu kota," kata Gigih beberapa waktu lalu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif