Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Kebocoran Sumur Migas Pertamina di Karawang Tertutup Permanen

Ekonomi pertamina pertamina hulu energi
Suci Sedya Utami • 10 Oktober 2019 16:03
Jakarta: PT Pertamina (Persero) memastikan kebocoran sumur YYA-1 di Blok Offshore North West Jakarta (ONWJ) di Karawang, Jawa Barat telah tertutup secara permanen.
 
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan semburan gas dan minyak yang berasal dari sumur tersebut telah mati atau tidak keluar lagi. Sehingga dapat dipastikan tidak ada lagi tambahan tumpahan minyak di area lautan maupun pesisir.
 
"Sudah permanen, dia sudah mati. Kita mau pastikan dari atas juga, jadi penyemenan dari atas juga," kata Dharmawan ditemui di City Plaza, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya memastikan semua kebocoran benar-benar terkunci dengan penyemenan dari atas. Dia bilang masih butuh waktu dua minggu untuk memastikan hal tersebut, sekaligus membereskan tumpahan minyak yang mengambang di permukaan laut.
 
Sementara itu terkait pembayaran kompensasi, kata Dharmawan, saat ini masih dalam proses. Dia menargetkan penyerahan kompensasi secara keseluruhan sudah rampung sebelum akhir tahun.
 
"Tapi sebenarnya targetnya November sudah beres semuanya," jelas dia.
 
Sebelumnya Dharmawan mengatakan sumber kebocoran tersebut telah berhasil ditutup pada Sabtu, 21 September lalu pukul 10.30 WIB dengan pengeboran sumur penyumbat (relief well) yang selama ini dilakukan. Dharmawan mengatakan Incident Management Team (IMT) berhasil melakukan penetrasi penyumbatan dari relief well ke sumur YYA-1 dari kedalaman 8.964 kaki. Sehingga kedua sumur tersebut terkoneksi.
 
"Tercapainya koneksi ini lebih cepat dari jadwal atau target 23 September dengan range waktu hingga Oktober," kata dia.
 
Direktur Operasi dan Produksi Pertamina Hulu Energi yang juga Ketua tim penanganan insiden tersebut Taufik Adityawarman mengatakan upaya penutupan ini lebih cepat lima hari dari target. Ia bilang terkoneksinya kedua sumur ini merupakan sebuah tahapan penting dalam upaya mematikan sumur YYA-1.
 
"Dengan terkoneksinya dua sumur ini, maka saat ini kami dalam posisi telah dapat mengendalikan sumur YYA-1," kata Taufik.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif