Ilustrasi kilang LNG. (FOTO: AFP)
Ilustrasi kilang LNG. (FOTO: AFP)

Indonesia Cari Pasar LNG yang Sepi Peminat

Ekonomi lng kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 05 Maret 2019 13:05
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mencari pembeli untuk produk gas cair alam atau liquefied natural gas (LNG) yang masih belum laku.
 
Dalam acara Indonesia-US-Japan LNG Workshop, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Djoko Siswanto mengatakan masih ada 40 kargo yang sepi peminat. Djoko menilai jumlah tersebut lumayan banyak.
 
"Kami masih memiliki banyak kargo yang belum ada pembeli sejak tahun ini, khususnya dari 2021-2024 ada 40 kargo," kata Djoko di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Djoko mengatakan selama ini produk LNG Indonesia diekspor ke negara seperti Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Singapura, serta Malaysia. Selain di ekspor, produksi LNG juga digunakan untuk kebutuhan dalam negeri khususnya pembangkit PLN.
 
Dalam kesempatan tersebut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan salah satu kesempatan bagi Indonesia untuk mengenalkan LNG yakni melalui kegiatan workshop ini. Sebab banyak pengusaha yang hadir di acara tersebut.
 
"Kita paparkan potensi LNG yang terbuka lebar, saya kira itu akan menjadi salah satu pasar terbaik," ucap Dwi.
 
Sementara itu Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Heather Variava mengatakan acara ini digelar untuk sama-sama melihat kesempatan dan meningkatkan permintaan LNG.
 
"Kita bicara juga soal teknologi AS, pasokan LNG untuk pasar Indonesia dan juga mengajak Jepang untuk mengembangkan bisnis di Indonesia khususnya di sektor ini," kata Variava.
 
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Keiichi Ono. Dia bilang ini merupakan kali pertama membahas mengenai LNG. Dia Jepang dan Indonesia telah banyak melakukan kerja sama untuk LNG.
 
"Indonesia merupakan produsen dan pasar yang besar. Jepang juga mengimpor LNG dari Indonesia," tambah Keiichi.
 
Analis Senior untuk Gas dan Listrik Asia Pasifik Wood Mackenzie Edi Saputra sebelumnya sempat memprediksi Indonesia tidak akan melakukan impor gas alam cair (LNG) dalam waktu dekat seperti yang sebelumnya diprediksi pemerintah dalam neraca gas.
 
Berdasarkan data Wood Mackenzie, Indonesia baru akan melakukan impor pada 2025. Tahun ini saja, ia menyebut, Indonesia akan mengalami surplus pasokan LNG.
 
Hal itu dikatakannya karena dari produksi LNG 18,5 juta metrik ton (MT) tahun ini yang akan terserap hanya sekitar 15,3 juta MT. Serapan itu terdiri dari LNG yang sudah berkontrak (committed) sebesar 12,5 juta MT dan 2,8 juta MT untuk pasokan dalam negeri.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif