Menteri ESDM Ignasius Jonan (MI/SUSANTO)
Menteri ESDM Ignasius Jonan (MI/SUSANTO)

36 Blok Migas Gunakan Skema Gross Split

Ekonomi migas skema gross split
Ilham wibowo • 05 Januari 2019 05:32
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memaparkan capaian kebijakan skema gross split telah menyasar 36 wilayah kerja migas. Kebijakan ini dinilai meningkatkan penemuan cadangan.
 
"Sebanyak 36 wilayah kerja migas sudah menggunakan gross split. Kebijakan baru ini paling efektif 2-3 tahun setelah diterapkan karena kompleks," ujar Jonan, di ruang Sarula, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.
 
Adapun sebanyak 14 blok migas yang laku dengan skema gross split ini merupakan hasil lelang pada periode 2017 hingga 2018. Sementara 21 blok migas lainnya merupakan terminasi di 2017 hingga 2022, dan sisanya ialah satu amandemen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di 2015-2016 lelang blok migas tidak ada yang laku, kemudian 2017 ada lima dan 2018 laku sembilan. Blok terminasi yang diperpanjang ada 21 di 2017-2022 dan satu yang amandemen ke gross split secara sukarela itu sangat baik," paparnya.
 
Jonan melanjutkan dari 36 Blok migas tersebut bonus tanda tangan mencapai Rp13,4 triliun. Jumlah tersebut langsung disetor ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). "Bonus tanda tangan ini paling besar sepanjang sejarah, ada di Kementerian ESDM," bebernya.
 
Dari kebijakan ini, negara juga bisa meningkatkan dana ekplorasi yang selama 2018 mencapai Rp31,5 triliun. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pun bisa meningkatkan penemuan cadangan.
 
"Dana eksplorasi Rp31,5 triliun, itu komitmen pasti para KKKS untuk mencadangkan dana eksplorasi. Selama ini dana ekplorasi hanya Rp50 miliar sampai Rp70 miliar per tahun dari APBN," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif