Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan separuh wilayah Lombok sudah mendapat penerangan kecuali 50 lokasi yang baru saja diguncang gempa susulan.
"Kami sudah ada di sana. Sudah terang lagi sebagian, tinggal 50 lokasi. Ya 70 persen lah sudah pulih," kata Sofyan saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.
Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko R Abumanan menambahkan secara keseluruhan sistem kelistrikan di Bima, Lombok dan Sumbawa sudah berangsur pulih. Namun gempa susulan yang terjadi Minggu malam mengakibatkan sistem jaringan PLN kembali terganggu.
"Sistem Bima, Lombok dan Sumbawa berangsur angsur pulih. Dampaknya karena besar," imbuh dia.
Menurutnya, sistem jaringan PLTU begitu rentan terhadap gempa lantaran dibangun secara terpisah. Hal ini juga berdampak pada pemulihan sistem kelistrikan yang memakan waktu selama delapan jam. Sementara PLTD dibangun dalam satu kesatuan sehingga aman dari goncangan gempa serta hanya membutuhkan 30 menit untuk perbaikan.
"Yang rentan itu, PLTU, itu kan terpisah pisah, boiler, turbin, satu sistemnya terpisah pisah. kalau PLTD aman," tuturnya.
Adapun secara kemampuan daya, kondisi kelistrikan NTB berstatus surplus. Lombok dengan beban puncak 130.0 megawatt memiliki kemampuan daya sebesar 144,5 megawatt, Sumbawa dengan beban puncak 26,3 megawatt memiliki kemampuan daya sebesar 31,2 megawatt, Bima dengan beban puncak 26,5 megawatt memiliki kemampuan daya sebesar 30,6 megawatt dan Gili Trawangan dengan beban puncak 1,2 megawatt memiliki kemampuan daya sebesar 1,59 megawatt.
Namun di wilayah NTB, rasio elektrifikasi sampai 2011 baru 49,85 persen yang berarti 50,15 persen atau sebagian besar penduduknya belum menikmati listrik.
Adapun, jumlah pelanggan PLN NTB saat ini tercatat sebanyak 370 ribu rumah tangga dan industri. Selama 2011, PLN NTB melayani sambungan baru sebanyak 200 ribu lebih pelanggan, sebanyak 190 ribu lebih di Pulau Lombok dan sisanya 10 ribu pelanggan baru di Pulau Sumbawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News