Strategi Pertamina EP Tingkatkan Penerimaan
Prabumulih Field milik PT Pertamina EP. (FOTO: dok Pertamina)
Prabumulih: Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP melalui Prabumulih Field menerapkan berbagai inovasi untuk mendongrak capaian peneriamaan 2018. Salah satunya melalui integrated gas monitoring dan conditioning yang menghasilkan kenaikan penerimaan sebesar Rp239 miliar sejak diterapkan April lalu.

Prabumulih Field Manager Heragung Ujiantoro mengatakan inovasi merupakan kegiatan yang diilakukan Pertamina EP Prabumulih Field untuk mencapai target produksi dan penerimaan. Inovasi tersebut dilakukan dengan prinsip biaya seminim mungkin namun mendatangkan hasil yang maksimal bagi negara.

"Revenue gas triwulan III-2017 tercatat sebesar Rp6,48 triliun, sementara untuk 2018 tercatat sebesar Rp7,7 triliun. Kenaikan ini pun terjadi signifikan setelah penerapan inovasi di April 2018," kata Heragung dalam keterangan resminya, Jumat, 26 Oktober 2018.

PEP Prabumulih Field selama ini menyalurkan gas di Sumatera Selatan dan Jawa Bagian Barat. Mengingat posisi PEP Prabumulih Field bukan hanya sebagai salah satu produsen terbesar dari gas di Sumatera Selatan, melainkan memegang proses kendali penyaluran dari produsen-produsen gas lainnya. Antara lain ke PEP Pendopo Field, PEP Adera Field, Medco Teras, Medco Rambutan, dan juga KSO Indrillco.

"Optimalisasi gas selalu menjadi main concern kami, mengingat setiap konsumen memiliki spesifikasi kebutuhan tekanan gas yang berbeda-beda. Guna menghindari back pressure (tekanan balik), maka diperlukan smart system yang bisa mengontrol gas sehingga aliran gas dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan meningkatkan revenue bagi perusahaan," terang Heragung.

Gas Production Assistant Manager PEP Prabumulih Field Wangsit Sinung K yang merupakan kepala dari tim inovasi gas menambahkan tahapan inovasi ini dimulai dari kegiatan identifikasi operasi plant. Kemudian engineering, koordinasi dengan transporter-konsumen, SWOT analysis, modifikasi sistem control penyaluran gas, operasi, dan monitoring.

"Dalam kondisi sebelum optimalisasi, penyaluran gas untuk konsumen menggunakan flow controller dengan menggunakan sensing untuk safety operation LPG Plant Sumbagsel saja. Setelah dilakukan inovasi dengan membuat formula, sensing flow controller dapat memperhitungkan kondisi operasi dari beragam produsen gas. Selanjutnya, dengan membuat baseline percentage operasi flow controller, penyaluran gas ke konsumen PGN Jawa dan konsumen Sumbagsel dapat diatur sesuai kebutuhan dan juga target," tutur Wangsit.

Lebih jauh saat ini produksi PEP Prabumulih Field berkisar pada angka 8.537 BOPD untuk minyak dan 154.8 MMSCFD untuk gas. Konsumen utama gas dari Sumatera Selatan antara lain terdiri dari PT Pupuk Sriwidjaya, PT PGN untuk kelistrikan di Jawa, PT PLTG Asrigita, hingga gas kota Palembang dan Prabumulih.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id