Gardu PLN. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.
Gardu PLN. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.

PLN Diminta Terapkan Tarif Listrik Terendah se-ASEAN

Ekonomi kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 27 November 2019 17:18
Jakarta: PT PLN (Persero) diminta oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif untuk menerapkan tarif listrik yang paling rendah di ASEAN untuk pelanggan jenis industri.
 
Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan pihaknya saat ini berfikir keras untuk mencari cara agar bisa menekan biaya pokok penyediaan (BPP) pembangkit yang mempengaruhi tarif listrik ke pelanggan.
 
"Bagaimana menurunkannya, caranya ada banyak yaitu pemanfaatan batu bara energi murah, yang lainnya kita sedang minta supaya gas-gas dari hulu itu harganya bisa lebih kompetitif," kata Sripeni di kantor pusat PLN, Jakarta Selatan, Rabu, 27 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data PLN per Oktober terkait perbandingan tarif listrik industri di ASEAN, Indonesia masih kalah dengan Malaysia yang tarifnya sebesar Rp984/kWh. Tarif listrik industri di Indonesia sebesar Rp997/kWh. Sementara negara Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina masing-masing sebesar Rp1.034/kWh, Rp1.077/kWh, Rp1.657/kWh dan Rp1.347/kWh.
 
Bahkan Vietnam berencana untuk meningkatkan penggunaan bahan baku batu bara lebih masif. Jika hal ini dilakukan bukan tidak mungkin tarif listrik di negara tersebut akan bisa diturunkan.
 
Oleh karenanya Sripeni pun mengatakan pihaknya juga masih akan menjadikan batu bara sebagai bahan baku utama untuk energi primer. Dia bilang hingga 2025 penggunaan batu bata masih 50 persen.
 
Lebih jauh Sripeni menambahkan pihaknya akan melakukan upaya-upaya efisiensi dalam hal operasional dengan melakukan pemeliharaan yang lebih baik.
 
"Ini juga diatur dan dijaga dengan baik supaya mestinya hemat, enggak boros. Itu yang ada dalam kendali kita," jelas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif