Ilustrasi kilang minyak di blok rokan. Foto: dok MI/Susanto.
Ilustrasi kilang minyak di blok rokan. Foto: dok MI/Susanto.

Pertamina Serap 2,9 Juta Barel Minyak Mentah Chevron Tiap Bulan

Ekonomi pertamina cpo
Suci Sedya Utami • 29 Januari 2020 18:09
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan akan menyerap sebanyak 2,9 juta barel per bulan minyak mentah (crude oil) jatah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di tahun ini.
 
VP Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, pihaknya telah berkontrak dengan CPI meskipun tidak sampai Desember. Sebab kontrak dilakukan secara berkala.
 
"Umumnya kontrak di crude enam bulan, ada juga yang tahunan tergantung B-to-B-nya," kata Fajriyah ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fajriah mengatakan volume penyerapan yang disepakati tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu. Tahun ini volumenya sebesar 2,9 juta barel per bulan.
 
Ia mengatakan minyak tersebut berasal dari minyak mentah jenis Sumateran Light Crude (SLC) dan Duri Crude yang dihasilkan oleh Blok Rokan yang memang dikelola oleh CPI.
 
"1,8 juta sama 1,1 juta dari SLC dan Duri. Jadi total 2,9 juta, sekitar segitu per bulan," ucap Fajriyah.
 
Sebelumnya perseroan berkomitmen untuk mengoptimalkan penyerapan minyak mentah dari dalam negeri yang didapat baik dari bagian pemerintah (government intake), anak perusahaan Pertamina dan pembelian bagian KKKS.
 
Fajriyah mengatakan pada 2019, total penyerapan crude dalam negeri dari tiga sumber tersebut di atas mencapai lebih dari 90 persen dari total produksi minyak mentah di Indonesia. Dari serapan tersebut yang merupakan bagian minyak mentah yang berhasil diserap dari 43 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mencapai lebih dari 147 juta barel (unaudited). Ia bilang jumlah tersebut melonjak lebih dari seribu persen dari total serapan dari KKKS pada 2018 yang sebesar 10,1 juta barel.
 
"Di tahun 2020 bisa bertambah penyerapan dari 43 KKKS di tahun lalu. Kan bisa saja misalnya produksi tahun depan pada tinggi-tinggi, jadi deal kita per KKKS juga lebih tinggi," kata Fajriyah.
 
Untuk 2020, Pertamina tetap mengoptimalkan penyerapan minyak mentah domestik. Saat ini, Pertamina juga telah melakukan negosiasi dan bahkan sudah mencapai kesepakatan (deal) sekitar 74 persen dari KKKS yang memberikan penawaran.
 
Ia menambahkan, dari 43 KKKS di tahun lalu ada yang berkontrak hingga tahun ini ada juga yang habis hanya sampai 2019. Dia menambahkan setiap KKKS memiliki jangka waktu kontrak untuk memasok minyak ke Pertamina dengan jangka waktu yang berbeda-beda.
 
"Itu negosiasinya B-to-B (business to business), makanya enggak bisa digeneralisasi semua KKKS karena deal-deal-annya berbeda," jelas dia.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif