Ilustrasi. Foto : MI/Panca Syaukarni
Ilustrasi. Foto : MI/Panca Syaukarni

Kuartal I, PGN Teken MoU Salurkan Gas ke PLN

Ekonomi pln lng perusahaan gas negara (pgn)
Annisa ayu artanti • 08 Februari 2020 16:40
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen memasok kebutuhan gas bumi untuk pembangkit listrik. Sebagai subholding gas, saat ini perusahaan tersebut menuju fase baru dalam memperkuat pengelolaan bisnis gas bumi secara terintegrasi baik melalui pipa, CNG, dan LNG.
 
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan PGN mendapat mandat dari Pertamina untuk menyediakan pasokan dan pembangunan infrastruktur Liquid Natural Gas (LNG) bagi penyediaan tenaga listrik PT PLN. Targetnya, penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara PGN dan PLN dilaksanakan pada kuartal I-2020.
 
“Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020, Pertamina menerima penugasan untuk menyediakan pasokan dan membangun infrastruktur LNG untuk PLN. Kemudian untuk mempercepat penyelesaian penugasan tersebut, PGN selaku subholding gas ditunjuk untuk mengkoordinir pelaksanaannya,” kata Rachmat, di Jakarta, Sabtu 8 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam penugasan ini, PGN akan berkoordinasi dengan PLN maupun afiliasinya agar dapat menyelesaikan skema bisnis dan penugasan dalam jangka waktu sesuai dengan yang dibutuhkan.
 
Penyediaan pasokan LNG untuk konversi pembangkit listrik PLN diharapkan dapat memberikan harga biaya pokok penyediaan tenaga listrik yang lebih rendah, dibandingkan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti jenis High Speed Diesel (HSD). Adapun volume LNG yang akan diserap pembangkit listrik ditargetkan sebesar 260 BBTUD.
 
“Hal ini cukup rasional dimana selama ini harga gas bumi masih cukup bersaing di banding dengan BBM. Kami yakin pemerintah akan memberikan dukungan terbaik dalam pencapaian pelaksanaan program,” jelas Rachmat.
 
Rachmat menambahkan pengembangan LNG telah menjadi salah satu rencana jangka pendek menengah PGN. Khususnya dalam meningkatkan realibilitas pasokan gas bumi serta solusi bagi akses gas bumi di wilayah timur Indonesia termasuk untuk kebutuhan sektor kelistrikan.
 
Dengan diterbitkanya Keputusan Menteri Nomor 13 Tahun 2020, upaya itu sejalan dengan program dan visi misi PGN, dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi ke seluruh wilayah Indonesia.
 
PGN berharap landasan ini semakin memperkuat peran subholding gas dalam melayani kebutuhan gas bumi seluruh sektor, khususnya menekan biaya konsumsi energi yang akan membantu efisiensi dan defisit neraca migas nasional.
 
“Penugasan ini juga terkait dengan kebijakan pemerintah untuk mengoptiomalkan supply gas dalam negeri. Saat ini dengan adanya subholding gas, maka pengelolaan bisnis gas Pertamina dan tujuan untuk peningkatan pemanfaatan gas bumi nasional akan semakin fokus bagii pengelolaan ketahanan energi nasional,” pungkasnya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif