Ilustrasi (MI/Bagus Suryo)
Ilustrasi (MI/Bagus Suryo)

2026, Pertamina Targetkan Kapasitas PLTP Capai 1.112 MW

Ekonomi pertamina geothermal energy
Suci Sedya Utami • 15 Agustus 2019 10:16
Jakarta: PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) mencapai 1.112 megawatt (MW) pada 2026. Komitmen perusahaan dalam mengembangkan energi panas bumi adalah langkah mendorong energi bersih yang ramah lingkungan.
 
Direktur Utama PGE Ali Mundakir menjelaskan langkah itu juga dilakukan dalam rangka memenuhi target program energi mix 23 persen di 2025 sesuai kebijakan energi nasional. "Kami menargetkan pada 2026 total kapasitas terpasang PGE bisa meningkat menjadi 1.112 MW," kata Ali, di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
PGE kini mengelola 14 wilayah kerja panas bumi yang beberapa di antaranya dikelola dan dioperasikan sendiri serta ada juga melalui skema Joint Operation Contract (JOC) dengan perusahaan lain. Kedepannya, kata Ali, pengoperasian akan diambilalih oleh PGE agar lebih terintegrasi antara hulu dan hilir.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PGE sudah mengoperasikan lima area panas bumi dengan total kapasitas terpasang 617 MW terdiri atas Kamojang 235 MW di Jawa Barat, Ulubelu 220 MW di Lampung, Lahendong 120 MW di Sulawesi Utara, Karaha 30 MW di Jawa Barat, dan Sibayak 12 MW di Sumatera Utara. Adapun tahun ini ada penambahan kapasitas terpasang dari PLTP Lumut Balai Unit I sebesar 55 MW.
 
"Kami menargetkan pada akhir Agustus ini Lumut Balai 1 bisa beroperasi komersial," ujar dia.
 
Selain itu, PGE sedang mengembangkan panas bumi di proyek Hululais, Bengkulu; Proyek Sungai Penuh, Jambi; dan PLTP unit 2 di Proyek Lumut Balai, Sumsel, serta tiga inisiasi eksplorasi di Proyek Seulawah, Aceh; Proyek Gunung Lawu, Jawa Tengah; dan Proyek Bukit Daun, Bengkulu.
 
Ali melanjutkan dengan pembangkitan listrik panas bumi oleh PGE sebesar 617 MW, maka berpotensi menurunkan emisi sebesar 3,2 juta ton CO2 per tahun dan penghematan cadangan devisa migas sebesar 29 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD).
 
Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu menyampaikan pengembangan panas bumi menjadi salah satu dasar aspirasi Pertamina dalam kerangka pengembangan energi hijau. Pertamina akan selalu melakukan terobosan-terobosan pengembangan panas bumi baik dalam bidang teknologi maupun manajemen proyek.
 
"Dengan kontribusi Pertamina dalam kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia sebesar 96 persen yang 32 persen dikelola dan dilakukan sendiri Pertamina, serta 64 persen melalui skema JOC, maka panas bumi akan selalu menjadi salah satu fokus Pertamina dalam pengembangan green energy ke depannya," pungkas Dharmawan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif