Blok Masela (Dok: AFP).
Blok Masela (Dok: AFP).

Persiapan Bertemu dengan Jepang, Pemerintah Buat Master Plan Blok Masela

Ekonomi blok masela
Annisa ayu artanti • 05 Maret 2018 19:29
Jakarta: Pemerintah tengah menyiapkan master plan mengenai pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela di Maluku supaya kerja sama dengan pemerintah dan pengusaha Jepang lebih jelas.
 
Deputi Bidang Koordinasi Infrastuktur Maritim Ridwan Djamaludin mengatakan master plan tersebut terdiri dari rencana pengembangan industri hulu, rencana pengembangan industri hilir dan rencana pengembangan wilayah. Seperti diketahui, Blok Masela telah diputuskan sebagai salah satu dari 37 Prioritas dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
 
"Kita berusaha supaya nanti kalau presiden ketemu dengan pemerintah jepang posisi pemerintah sudah jelas," kata Ridwan di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 5 Maret 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu Pemerintah Indonesia juga akan membuat beberapa turunan Peraturan Pemerintah (PP) yang diharapkan bisa menjadi acuan dalam investasi di Blok Masela ini.
 
"Tadi baru sepakat mari kita siapkan sama-sama, baik aspek teknis, keekonomian, maupun regulasi," imbuh dia.
 
Sedangkan untuk proses teknis seperti engineering design dan skema industri tengah dikerjakan dan disiapkan oleh Kementerian Perindustrian. Terdapat dua industri yang akan menyerap gas dari blok itu adalah industri petrokimia dan industri pupuk.
 
Ridwan juga menuturkan, persiapan master plan pengembangan Blok Masela juga melibatkan peran serta masyarakat lokal yang terletak di perairan dekat dengan Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat tersebut.
 
“Kemudian untuk keterlibatan masyarakat lokal, seperti penguatan perguruan tinggi seperti yang diterapkan oleh Universitas Patimurra juga terus dilakukan,” ucap dia.
 
Rakor persiapan master plan pengembangan Blok Masela akan secara simultan dilaksanakan, sehingga dari waktu ke waktu, segala persiapan dan kesiapan pengembangan lapangan migas yang ditargetkan dapat memproduksi gas 421 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dan minyak 8.400 barel per hari (bopd) tersebut, akan terus terpantau.
 


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif