LNG. ANT/Rahmad.
LNG. ANT/Rahmad.

Pemerintah tak Berencana Impor LNG di 2019

Ekonomi lng
Desi Angriani • 21 November 2017 14:59
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan tak bakal melakukan impor gas alam cair atau Liquified Natural Gas (LNG) pada 2019. Pasalnya Indonesia masih memiliki cadangan gas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
 
"Pemerintah hingga saat ini tidak akan impor LNG di 2019 karena kita punya uncommited for PLN. 2019, 2020, dan ketika Masela mulai, kita punya uncommited," kata Wakil Menteri ESDM Archandra Tahara dalam acara Indonesia Gas and LNG Buyers Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 21 November 2017.
 
Archandra menuturkan ekspor gas alam cair terus mengalami penurunan mulai dari 4.043 MMBtu pada 2003 menjadi 2.600 MMBtu di 2017. Hal ini tentu menambah jumlah cadangan gas dalam negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, produksi gas bumi Indonesia pada 2016 tercatat mencapai 6.775 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Sebanyak 59 persen atau 3.997 MMSCFD digunakan di dalam negeri. Sedangkan sisanya sebesar 41 persennya atau 2.778 MMSCFD diekspor ke luar negeri dalam bentuk LNG 29,36 persen dan pipa 11,55 persen.
 
"Tren ekspornya terus menurun dan penggunaan gas dalam negeri meningkat dari 1.400 MMBtu menjadi 3.900 MMBtu," tutur dia.
 
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membantah pemerintah akan mengimpor gas alam cair (LNG) dari Singapura. Luhut menyebut kerja sama yang akan dilakukan dengan Singapura adalah pertukaran, bukan impor LNG.
 
"Menyangkut (kabar impor) LNG, kontraknya itu bukan kontrak jual beli gas. Enggak ada urusan jual beli gas," pungkas Luhut.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif