Gedung Pertamina. FOTO: Wikimedia Commons NaidNdeso
Gedung Pertamina. FOTO: Wikimedia Commons NaidNdeso

Maret, Pertamina Lunasi Kompensasi Tumpahan Minyak Blok ONWJ

Ekonomi pertamina pertamina hulu energi
Suci Sedya Utami • 05 Februari 2020 09:34
Jakarta: PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menargetkan pembayaran final untuk kompensasi pada seluruh warga terdampak kebocoran minyak dan gas di sumur YYA-1 Blok ONWJ akan dilunasi pada Maret 2020.
 
Setidaknya ada empat kabupaten terdampak insiden yang terjadi pada pertengahan tahun lalu yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Kepulauan Seribu, dan kabupaten di provinsi Banten.
 
Vice President Relations PHE Ifki Sukarya mengatakan dari SK Bupati Karawang terdapat 10.271 warga terdampak. Dari jumlah tersebut sebanyak 8.028 telah mendapat pembayaran awal (kelompok A). Sementara 2.243 warga belum dibayarkan karena datanya harus diperbaiki (kelompok B).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak bank tidak bisa menerbitkan buku tabungan untuk kelompok B karena diperlukan perbaikan data identitas, seperti kesalahan penulisan Nomor Induk Keluarga (NIK), nama tidak sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta terdapat NIK ganda.
 
"Kami harapkan paling lambat minggu depan sudah keluar untuk kelompok B. Ini kan baru pembayaran awal, nanti ada pembayaran finalnya," kata Ifky, kepada Medcom.id di Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Ia mengatakan pada pembayaran awal, per warga diberikan kompensasi sebesar Rp900 ribu dikalikan dua bulan. Nantinya dalam pembayaran final, besaran pada setiap warga terdampak per jenis mata pencariannya akan berbeda-beda.
 
"Hitungan yang 900 ribu disamakan dulu. Itu dari pendapatan terendah profesi yang ada di pesisir. Kalau final kan nilainya beda-beda nelayan. Ada petambak ikan, petambak garam, itu beda-beda," tutur dia.
 
Ifky mengatakan apabila data tersebut sudah terverifikasi seluruhnya maka pembayaran final akan dilakukan di bulan ketiga. Nantinya kelompok A yang telah dibayarkan bisa saja mendapatkan kompensasi lagi apabila dalam hitungan final ternyata nilai terdampak lebih dari Rp900 ribu.
 
"Pembayaran final kalau tidak ada masalah (data) diharapkan dapat diselesaikan Maret 2020," jelas Ifky.
 
Pembayaran final akan dilakukan serentak bagi seluruh warga terdampak baik di Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Kepulauan Seribu, dan Kabupaten di Provinsi Banten yang terdampak.
 
Dengan menggandeng Tim Institut Pertanian Bogor (IPB), PHE ONWJ saat ini secara simultan menghitung kompensasi final berdasarkan data yang diperoleh, sekaligus berkomunikasi dengan asosiasi nelayan, petani tambak, petani garam, dan lain-lain, serta untuk mendapatkan masukan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif