Blok Masela Masih Tahap Desain dan Rekayasa Pre FEED

Dian Ihsan Siregar 07 Juli 2018 06:03 WIB
blok masela
Blok Masela Masih Tahap Desain dan Rekayasa Pre FEED
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Hermanus Prihatna)
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tidak menampik perkembangan Blok Masela masih dalam tahap menyelesaikan desain dan rekayasa pre Front End Engineering Design (FEED). Namun, sejumlah upaya terus dilakukan untuk memaksimalkan operasional Blok Masela.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan untuk menyelesaikan pre-FEED telah dilakukan survei lokasi. "Karenanya Masela itu sedang dilakukan pre-FEED. Ada konsultan yang sedang menyelesaikan pre-FEED," ucap Amein, ditemui dalam acara 'Media Briefing Kinerja SKK Migas di Semester I-2018' di Gedung City Plaza, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

SKK Migas dan Inpex, lanjut dia, juga sedang berkomunikasi dalam menyusutkan biaya pengembangan Blok Masela. "Sedangkan di Jakarta, Tim SKK dan Inpex sedang membahas terus menerus bagaimana menurunkan biaya. Memotong biaya terus dibahas kemudian juga turunkan biaya keuangan," tegas dia.

Meski demikian, Amien belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai perkembangan di Blok Masela. "Jadi belum kita sampaikan ke media secara lengkap. Baru itu saja progress yang ada terkait Masela," tukas dia.



Sebelumnya, Inpex Corporation menyatakan jika pengerjaan desain awal proyek Lapangan Abadi di Blok Masela selesai sesuai target enam bulan ke depan. Dengan dasar itu maka akan dimasukkan dalam penyusunan revisi proposal pengembangan lapangan yang akan diajukan kepada pemerintah.

"Pekerjaan pre-FEED work akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan jika semua berjalan lancar," kata Senior Specialist Media Relations Inpex Corporation Moch Nunung Kurniawan.

Dia menjelaskan hasil dari pekerjaan pre-FEED akan menghasilkan desain kasar fasilitas LNG Darat (FPSO hingga Kilang LNG darat), estimasi biaya, jadwal yang lebih detil, dan rekomendasi lokasi kilang LNG. Inpex akan memformulasikan revisi berdasarkan hasil pekerjaan pre-FEED dan diskusi berkelanjutan dengan pemerintah agar proyek ini memiliki kelayakan.

"Mulainya pekerjaan pre-FEED ini merupakan milestone penting pengembangan proyek abadi Masela," pungkas dia.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id