Ilustrasi kilang minyak Pertamina. Foto: dok MI/Susanto.
Ilustrasi kilang minyak Pertamina. Foto: dok MI/Susanto.

Tekan Impor Katalis, Pertamina Gandeng ITB dan Pupuk Kujang

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 13 Desember 2019 09:18
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menandatangani Joint Venture Framework Agreement dengan PT Pupuk Kujang dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pengembangan pabrik katalis. Melalui kerja sama ini, diharapkan angka impor katalis bisa diturunkan.
 
Penandatanganan kerja sama pengembangan pabrik katalis tersebut dilakukan oleh Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan, Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kujang Hanggara Patrianta dan Wakil Rektor ITB Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pengembangan ITB Wawan Gunawan A Kadir. Serta disaksikan oleh Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra, dan Rektor ITB Kadarsah Suryadi.
 
Heru mengatakan hingga kini Indonesia masih mengimpor katalis untuk industri di dalam negeri dengan nilai hingga USD500 juta per tahun. Dengan adanya pengembangan pabrik tersebut, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor katalis.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Katalis menjadi sebuah inovasi yang sangat bermanfaat bagi industri migas Indonesia, mengingat saat ini kebutuhan katalis harus diimpor hingga mencapai USD500 juta per tahun. Oleh karena itu, Pertamina sangat mendukung pengembangan pabrik katalis dalam skala industri. Adanya pabrik tersebut nantinya dapat menekan impor katalis tersebut," ujar Heru dalam keterangan resmi, Jumat, 13 Desember 2019.
 
Katalis merupakan suatu zat untuk mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu yang digunakan dalam proses pengolahan produk migas. Heru menjelaskan dengan memiliki pabrik katalis sendiri, Indonesia bisa mandiri dalam bidang teknologi proses dan menciptakan ketahanan energi, salah satunya melalui pengembangan energi terbarukan menggunakan minyak kelapa sawit.
 
Heru bilang saat ini Pertamina bersama ITB telah mengembangkan katalis HS dengan kualitas yang sangat baik. "Kilang kan mempunyai risiko yang sangat tinggi dan kompleks. Oleh karena itu, kita harus mengembangkan katalis dengan kualitas tinggi agar tidak mengganggu proses kerja kilang tersebut. Katalis HS mempunyai kualitas tersebut," imbuh Heru.
 
Di sisi lain, Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kujang Hanggara Patrianta mengatakan pihaknya akan menyediakan lahan untuk rencana pengembangan pabrik katalis tersebut.
 
"Kami menyediakan lahan sebesar dua hektare dan beberapa infrastruktur yang dapat digunakan untuk proses tahap awal pengembangan pabrik katalis tersebut," pungkas Hanggara.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif