Ilustrasi. Foto : MI/Irfan.
Ilustrasi. Foto : MI/Irfan.

PLN Kembali Terbitkan Surat Utang Global USD1,5 Miliar

Ekonomi pln
Annisa ayu artanti • 05 November 2019 21:06
Jakarta: PT PLN (Persero) kembali menerbitkan surat utang internasional atau global bond senilai USD1,5 miliar. Global bond ini digunakan perusahaan untuk mengamankan kebutuhan pendanaan investasi tahun depan.
 
Global Bond ini ditentukan harganya pada 30 Oktober 2019 dalam tiga tranche yaitu USD500 juta dengan tenor 10 tahun 3 bulan, USD500 juta dengan tenor 30 tahun tiga bulan, dan 500 juta euro dengan tenor 12 tahun, serta tingkat bunga (kupon) masing-masing 3,375 persen, 4,375 persen, dan 1,875 persen.
 
Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan dana yang diraih dari penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk pelengkap dana internal dan PMN yang tersedia untuk 2019, sehingga dapat mendukung usaha pencapaian target pemerintah untuk rasio elektrifikasi menuju 100 persen di 2020 serta pembangunan kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di tengah kondisi pasar yang kondusif, PLN tidak hanya berhasil mendapatkan pendanaan dengan tenor yang panjang sehingga meringankan beban likuiditas, namun juga berhasil memperluas basis investor di Pasar Eropa dengan Global Bond bermata uang Euro dengan tenor 12 tahun," kata Sarwono dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 5 November 2019.
 
Menurut Sarwono, PLN merupakan BUMN Indonesia pertama yang mampu mengakses pasar Euro dengan tenor 12 tahun. Global Bond ini berhasil memperoleh kupon dan beban pinjaman yang sangat kompetitif, dan merupakan yang paling rendah dalam perjalanan bisnis PLN.
 
"Hal ini tentu saja akan memberikan kontribusi terhadap usaha PLN untuk menjaga biaya pokok penyediaan listrik tetap terkendali serta memperbaiki profile portofolio pendanaan PLN dengan menambah pendanaan dengan tenor panjang sehingga menurunkan risiko likuiditas," jelas dia.
 
Adapun penyelesaian transaksi dilaksanakan pada 5 November 2019 dan debt securities tersebut akan dicatatkan pada Singapore Stock Exchange.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif