Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

PGE Bidik Laba USD80 Juta di 2019

Ekonomi pertamina geothermal energy
16 Desember 2018 15:58
Jakarta: PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) memproyeksikan laba perusahaan sebesar USD80 juta selama 2019. Angka itu naik 10 persen dari target yang dipatok pada 2018 lalu.

"Selama 2018, kami mampu mencapai target. Tahun depan, pendapatan dan laba perusahaan akan bertambah dengan pengoperasian satu pembangkit tambahan di Lumut Balai, Baturaja, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, yang menghasilkan daya listrik sebesar 55 megawatt," papar Direktur Utama PGE Ali Mundakir, di komplek Pembangkit Listrik Panas Bumi Kamojang, Kabupaten Garut, Jawa Barat dikutip dari Antara , Minggu, 16 Desember 2018.

Sampai akhir 2018, lanjut dia, PT PGE sudah memproduksi daya listrik total sebesar 615 MW dari 12 wilayah kerja panas bumi. Di antaranya di Kamojang, Garut, Lahendong, Sulawesi Utara, Sibayak, Sinabung, Sumatra Utara, Ulubelu, Tanggamus, Lampung, Gunung Salak, Bogor, dan Darajat, Garut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Indonesia merupakan negara penghasil panas bumi terbesar di dunia. Potensi geotermalnya mencapai 29 ribu megawatt atau 40 persen  dari total potensi dunia. Namun, Indonesia baru memanfaatkan potensi itu kurang dari lima persen untuk pembangkit listrik. Selain PGE, pemain lain dalam bisnis energi baru terbarukan panas bumi di antaranya ialah Star Energy, Medco dan Chevron.
 
Kamojang, lanjut Ali Mundakir, merupakan pembangkit listrik panas bumi pertama di Indonesia. Secara komersial, pembangkit pertama mulai beroperasi pada 1983.

Sampai saat ini dari kawaaan kerja Kamojang sudah lima pembangkit yang dioperasikan. Pembangkit 1, 2, dan 3 dioperasikan oleh PT Indonesia Power, namun mendapat pasokan panas bumi dari sumur PGE. Pembangkit 4 dan 5 milik PGE, yang menjual listrik ke PT PLN.

"PGE menjual gas ke Indonesia Power seharga 6 sen dolar per KWh dan menjual listrik 9 sen per KWh ke PLN. Total pembangkit lisltrik panas bumi di Kamojang menyumbang 235 megawatt ke jaringan interkoneksi Jawa Bali yang mendapat total pasokan listrik sekitar 16 ribu MW," jelas Ali.

Peringatan 35 tahun PLTP pertama di Indonesia yang dilakukan Sabtu dihadiri Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Trevor Matheson. Pemerintah dan pakar dari Selandia Baru terlibat dalam pengeboran panas bumi di Kamojang sejak 1974 silam.

Pada kesempatan yang sama, General Manager PGE Kamojang Wawan Darmawan menambahkan pihaknya tengah merintis beroperasinya pembangkit keenam di Kamojang, yang menghasilkan listrik 50 MW. Titik pengeboran akan dilakukan di kawasan Gunung Guntur Masigit.

"Tahun ini, kami sudah mengajukan alih fungsi lahan hutan di kawasan itu dari hutan konservasi menjadi taman wisata alam, sehingga manfaat panas bumi bisa diekploitasi. Kami targetkan, setelah perubahan status dan izin tuntas, pengeboran, pembangunan pembangkit dan operasionalnya bisa dilaksanakan dalam kurun empat tahun kemudian," jelas dia.


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi