Pertamina Diminta Hitung Valuasi Akuisisi Pertagas ke PGN
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara. (FOTO: MI/Irfan)
Jakarta: Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai seharusnya PT Pertamina (Persero) sebagai induk holding BUMN migas juga menghitung besaran valuasi akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas).

Sejauh ini perhitungan valuasi Pertagas hanya dihitung dari pihak PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yaitu oleh Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno yang menjabat sebagai Komisaris Utama PGN.

"Harusnya Pertamina juga menghitung (valuasi Pertagas)," kata Marwan di Jakarta, Senin malam, 11 Juni 2018.

Senada dengan Marwan, Direktur Indef Enny Sri Hartati mengatakan agak ganjil jika nilai dari perhitungan valuasi itu selalu keluar dari mulut Fajar yang notabenenya adalah bagian dari PGN. 

Menurutnya, nilai yang disebutkan Fajar yaitu sebesar USD2,5 miliar masih terlalu murah jika dibandingkan dengan aset Pertagas saat ini. "Nilainya kalau punya transmisi (gas) 90 persen tidak mungkin (segitu)," ucap Enny. Enny juga meminta seharusnya pihak independen yang menghitung valuasi akuisisi Pertagas tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Energi dari Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai akuisisi Pertagas ke PGN seharusnya diselesaikan dengan aksi korporasi Pertamina saja. Sebab, setelah holding terbentuk PGN menjadi anak usaha Pertamina yang artinya sejajar dengan Pertagas yang juga anak usahanya.

"Yang punya kewenangan ini adalah Pertamina dan domainnya seharusnya aksi korporasi. Valuasi dari Pertamina harusnya ada," pungkas Komaidi.

 



(AHL)