PGN. Foto : MI/Panca Syaukarni.
PGN. Foto : MI/Panca Syaukarni.

Ketimbang Naikkan Harga Gas, Kementerian ESDM Minta PGN Efisiensi

Ekonomi gas
Nia Deviyana • 31 Oktober 2019 20:59
Jakarta: Pelaksana Tugas Direktur Jenderal ESDM Djoko Siswanto menilai belum saatnya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menaikkan harga gas. Semula, kebijakan tersebut akan diimplementasikan per 1 November 2019.
 
Djoko mengatakan PGN hingga saat ini mampu menyetor dividen Rp1,38 triliun tanpa harus menaikkan harga gas. "Harga gas enggak naik saja masih bisa setor sebanyak itu," ujar Djoko saat dihubungi wartawan, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Ketimbang menaikkan harga gas, Djoko menyarankan PGN melakukan efisiensi, terutama terhadap biaya pengeluaran. "Kalau efisiensi di segala lini dilakukan, maka setor dividennya bisa tambah besar tanpa harus menaikkan harga jual kan," imbuhnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait dengan rencana implementasi penyesuaian harga gas, PGN telah menerima pemberitahuan mengenai kebijakan dari Kementerian ESDM yang meminta penundaan pelaksanaan penyesuaian harga gas untuk sementara kepada pelanggan komersial industri.
 
PGN tetap akan berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Kementerian ESDM, dan penundaan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaannya kedepan akan berjalan lancar dan masing-masing kepentingan terakomodasi dengan baik.
 
“Kami akan tetap melakukan pendekatan melalui sosialisasi dan negosiasi secara B2B kepada masing-masing Pelanggan untuk persiapan penyesuaian harga gas ini serta akan melakukan roadshow dan komunikasi langsung dengan setiap pelanggan untuk mencapai kesepakatan yang win-win,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama melalui keterangan resminya.
 
Rencana penyesuaian harga gas ini adalah yang pertama kali dalam tujuh tahun terakhir dan telah mempertimbangkan seluruh aspek yang terkait dalam tata niaga gas bumi. Selama kurun waktu tersebut, dapat diketahui telah banyak terjadi perubahan yang berdampak bagi pertumbuhan ekonomi seperti kenaikan inflasi, Upah Minimum Regional (UMR), kurs, harga pokok pembelian gas, dan lain sebagainya.
 
Penyesuaian harga tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada Pelanggan dari pengelolaan kehandalam pasokan, penyaluran dan after service.
 
"Dengan perubahan kondisi bisnis gas bumi dan semakin meningkatnya kebutuhan gas bumi, PGN berupaya untuk menjawab tantangan akses gas bumi dan sesuai dengan wilayah geografis kepulauan di Indonesia," pungkas Rachmat.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif