Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah (kanan). Medcom.
Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah (kanan). Medcom.

PLN Berharap Hasil Investigasi Pemadaman Listrik Keluar Besok

Ekonomi pemadaman listrik
Arif Wicaksono • 14 Agustus 2019 18:59
Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih menunggu hasil investigasi dari pihak eksternal terkait gangguan listrik pada Minggu, 4 Agustus 2018. PLN lebih menyukai jika ada hasil audit eksternal ketimbang mengutarakan sendiri.
 
"Kalau PLN yang ngomong maka PLN terkesan bela diri. Kami biarkan dari Bareskrim dan perguruan tinggi keluarkan hasil investigasi. Insyaallah besok sudah ada," kata Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah ketika berkunjung ke Kantor Media Group, di Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Dia menjelaskan bahwa pernyataan mengenai padamnya listrik di Jabodetabek karena shutdown turbin di Suralaya juga bukan dari dirinya. Dia mengaku bahwa itu informasi yang prematur.
"Kalau rilis pertama saya belum oke. Saksinya Mas Wawan. Sampai hari ini enggak ada yang mengaku (nyebarin). Suralaya enggak ada gas turbin," kata dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga mengaku bahwa pernyataan penyebabnya dari pohon sengon bukan dari pihaknya. Dia mengatakan bahwa sampai sekarang penyebab gangguan karena ada gangguan transmisi dari jaringan di Indonesia barat dan timur. Dia menegaskan tak ada unsur sabotase dari pihak internal. "Tak ada unsur sabotase," kata dia.
 
Dia hanya mengatakan penyebab ini karena adanya ketidakseimbangan pasokan listrik di Indonesia barat dan timur. Seharusnya pasokan listrik dari kedua tempat itu berjalan seimbang untuk saling mengisi satu sama lain. Namun yang terjadi adalah ada beberapa transmisi yang mati mendadak seperti PLTU Suralaya yang belum diketahui secara pasti.
 
"Ibarat empat orang biasa angkat 100 pisang. Kalau hanya dua orang yang bisa (angkat) jadi berat. Ini sama kaya mesin jadi mesinnya panas dan ini harus dimatikan supaya bisa jalan lagi," kata dia.
 
PLN akan memberikan kompensasi bagi pelanggan yang mengalami gangguan listrik. Dia mengatakan pelanggan aktif diberikan diskon 35 persen terutama untuk pelanggan abonemen dengan minimal penggunaan selama 40 jam.
 
Dia menjelaskan yang mendapatkan layanan tak sesuai mutu untuk penggunaan Agustus, terhitung dari 1-31 Agustus 2019, akan mendapatkan kompensasi pada September. Mereka nanti akan mendapatkan tambahan kwh atas gangguan yang didapatkanya.
 
"Dari sistem kami tak hanya 4 Agustus tapi bagi seluruh orang yang menikmati layanan dibawah mutu PLN akan memberikan kompensasi. Bahkan dari Januari sampai September kompensasi akan diberikan kepada pelanggan," kata dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif