NEWSTICKER
PLN. MI/PANCA SYURKANI.
PLN. MI/PANCA SYURKANI.

Pemerintah Bidik Investasi Kelistrikan hingga Rp541,8 Triliun

Ekonomi kementerian esdm energi listrik
Suci Sedya Utami • 24 Februari 2020 11:10
Jakarta: Pemerintah optimistis investasi di sektor ketenagalistrikan bisa meningkat USD39 miliar atau setara Rp541,8 triliun hingga 2024. Hal ini didasari oleh realisasi pada tahun lalu yang menunjukkan grafik positif.
 
Sektor ini mampu menyedot investasi sebesar USD12 miliar. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan dan lebih tinggi dari 2018 yang tercatat sebesar USD11,29 miliar.
 
"Pertumbuhan investasi sektor listrik makin lama makin baik. Ini membuat kami yakin mematok angka USD39 miliar dalam lima tahun ke depan," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Senin, 24 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perubahan mekanisme pelayanan, sambung Agung, dari offline ke online menjadi faktor kuat dalam membangun kepercayaan investor listrik. Ditambah lagi, penyederhanaan di sejumlah regulasi kini menjadikan perizinan semakin mudah dilakukan.
 
"Ini bukti keseriusan kami menjadikan sektor ESDM lebih sederhana memangkas waktu perizinan dan tak terlalu birokratis sesuai arahan Presiden Jokowi," tegas Agung.
 
Target keseluruhan nilai investasi hingga 2024 diperoleh secara berkala dimulai dari tahun 2020 sebesar USD12 miliar, 2021 sebesar USD10 miliar, 2022 sebesar USD8 miliar, 2023 sebesar USD7 miliar dan 2024 sebesar USD3 miliar.
 
"2020 ini memang puncaknya. Ini tak lepas dari penyelesaian program 35 ribu MW yang akan beroperasi penuh pada 2029 nanti," tutur dia.
 
Selain megaproyek tersebut, investasi yang ditargetkan akan didapat dari pembangunan transmisi, gardu induk dan sejumlah proyek ketenagalistrikan lainnya yang strategis.
 
Agung menggarisbawahi, angka USD39 miliar ini belum termasuk investasi listrik dari energi baru terbarukan (EBT) yang diproyeksikan sekitar USD20 miliar dalam lima tahun mendatang.
 
"Di 2024 EBT dikebut guna mendongrak capaian bauran energi. Ini kesempatan bagus bagi investor yang masuk," pungkas Agung.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif