SKK Migas. Foto : SKK Migas.
SKK Migas. Foto : SKK Migas.

Kuartal III, Realisasi Investasi Hulu Migas Capai 70% dari Target

Ekonomi skk migas
Suci Sedya Utami • 24 Oktober 2019 18:07
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan realisasi investasi di sektor hulu migas hingga kuartal III-2019 mengalami peningkatan.
 
Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin menyebutkan hingga September capaian investasi sebesar USD8,4 miliar atau setara dengan Rp117,96 triliun. Dia bilang, capaian tersebut sudah sebesar 70 persen dari target investasi hulu migas yang mencapai USD14,7 miliar atau setara Rp206,43 triliun.
 
Jaffee mengatakan realisasi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD7,6 miliar. Artinya, peningkatannya mencapai 11 persen dari kuartal III-2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alhamdulillah investasi USD8,4 miliar itu meningkat dibandingkan kuartal ketiga 2018," kata Jaffe di kantor SKK Migas, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Jaffee optimistis investasi hulu migas diperkirakan terus meningkat hingga 2027. Sebab, ada 42 proyek utama hingga 2027 yang akan membutuhkan investasi hingga USD43,3 miliar.
 

Proyek-proyek tersebut, lanjut Jaffee, diperkirakan mampu menghasilkan produksi migas sekitar 1,1 juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd), atau setara dengan produksi minyak 92 ribu barel per hari (bph), dan produksi gas 6,1 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd).
 
"Jadi peningkatan investasi minimalnya bisa dilihat dari potensi-potensi POD (plan of development) yang ada," jelas Jaffee.
 
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman meyakini investasi di sektor hulu migas di tanah air masih sangat menarik bagi investor di luar negeri. Dia bilang berdasarkan penilaian dari lembaga Internasional menunjukkan Indonesia masih menduduki posisi kedua sebagai negara yang atraktif. Indonesia berada di bawah Kamboja.
 
"Jadi artinya kita masih sangat optimis investor akan datang ke Indonesia dan banyak lapangan-lapangan yang cukup menarik untuk di-develop (dikembangkan)," tandas Fatar.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif