Suasana peresmian  Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau charging station. Foto : Medcom/Farhan.
Suasana peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau charging station. Foto : Medcom/Farhan.

PLN Bakal Tambah 15 Unit SPKLU hingga Akhir 2019

Ekonomi SPBU Listrik
Husen Miftahudin • 30 Oktober 2019 06:53
Jakarta: PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) akan menambah 15 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau charging station di wilayah DKI Jakarta hingga akhir tahun ini. Sehingga, nantinya total charging station yang ada di Ibu Kota ada sebanyak 20 unit.
 
General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad mengatakan saat ini sudah ada lima unit SPKLU yang terpasang di Jakarta. Kelima unit charging station itu terdapat di kantor PLN Disjaya sebanyak tiga unit, kantor pusat PLN satu unit, dan satu unit di Mal Senayan City.
 
"Ke depan akan banyak lagi. Saya rencanakan ada 20 SPKLU di Jakarta hingga akhir tahun ini," ujar Ikhsan dalam acara PLN Electric Vehicle Charging Station Introduction di kantor PLN Disjaya, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demi mendongkrak minat masyarakat menggunakan kendaraan berbasis listrik, PLN akan membebaskan biaya isi ulang di SPKLU hingga akhir 2019. Maklum, PLN merupakan perusahaan pelat merah yang ditugaskan pemerintah untuk memfasilitasi dan menyiapkan SPKLU sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.
 
Selain Jakarta, PLN juga telah menyediakan charging station di beberapa kota. Di antaranya AEON Mall, Tangerang yang sudah tersedia dua unit SPKLU dengan tipe medium charging 25 kW DC dan 25 kW AC.
 
"Kemudian beberapa kota lainnya yang sudah memasag charging station ada di Bandung dan Bali. Angkasa Pura juga sudah pasang di bandara dan beberapa mal juga sudah memasang sendiri seperti Pacific Place," beber dia.
 
Ikhsan mengakui investasi penyediaan charging station cukup besar. Untuk satu unit charging station tipe fast charging, PLN harus merogoh kocek sebanyak Rp800 juta.
 
"Saya kira tidak ada bicara rugi di sini ya, karena ini kan investasi masa depan, ini kan bisnis masa depan. Sebenarnya mengajak swasta dan BUMN lain untuk sama-sama mengembangkan charging station," tutup Ikhsan.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif