Menteri ESDM Arifin Tasrif mengunjungi Blok Mahakam bersama Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan jajaran Kementerian ESDM. Foto; dok Kementerian ESDM.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengunjungi Blok Mahakam bersama Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan jajaran Kementerian ESDM. Foto; dok Kementerian ESDM.

Pertamina Rogoh Rp21 Triliun Bor Sumur di Blok Mahakam

Ekonomi pertamina kementerian esdm blok mahakam
Ade Hapsari Lestarini • 08 November 2019 09:47
Balikpapan: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukan kunjungan kerjake fasilitas Blok Mahakam yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam. Arifin pun memberikanarahan agar Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Pertamina terus melakukan sinergi dalam menaikkan produksi migas di Tanah Air.
 
Pertamina sebagai operator yang mendapatkan kepercayaan Pemerintah untuk mengelola blok tersebut diharapkan dapat terus menaikkan kapabilitas sumber daya di Pertamina serta mendorong untuk melakukan kegiatan eksplorasi yang lebih masif.
 
Terkait transisi alih kelola Blok Mahakam, Menteri ESDM menekankan agar melakukan segala upaya agar penurunan produksi dapat ditekan seminimal mungkin. "Mengingat industri migas memiliki risiko tinggi, jajaran Pertamina diharap mengedepankan keselamatan kerja dalam operasinya," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Hulu Pertamina Darmawan Samsu menyampaikan progres Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan (OPLL) Pertamina Hulu Mahakam. Salah satu yang menjadi perhatian bagaimana strategi dan langkah-langkah yang diambil perseroan untuk menekan laju penurunan produksi.
 
"Untuk itu, Pertamina merencanakan akan melakukan pemboran 257 sumur di lima lapangan antara 2020-2022, dengan biaya investasi sebesar USD1,5 miliar (setara Rp21 triliun dengan kurs Rp14.020 per USD). Kami berterima kasih atas dukungan SKK Migas atas rencana kerja dan pengembangan hulu migas Pertamina," ujar Darmawan.
 
Dia menjelaskan Blok Mahakam memberikan kontribusi besar bagi produksi migas nasional. Pertamina Hulu Mahakam adalah Kontraktor KKS dengan produksi terbesar nomor 4 di Indonesia dengan status blok yang sedang proses transisi dari operator lama ke operator baru (Pertamina Hulu Mahakam).
 
SKK Migas pun menaruh perhatian besar di Blok Mahakam sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional. Sehingga Pertamina terus didorong untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi dan pengeboran sumur baru di Blok Mahakam. Hasilnya, Pertamina Hulu Mahakam secara agresif terus melakukan pengeboran di Blok Mahakam.
 
Pada 2019, Pertamina telah mengebor 121 sumur, melampaui target awal sebanyak 118 sumur. Jumlah ini merupakan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Pada 2012 tercatat sebanyak 105 sumur yang dibor. Peningkatan kegiatan pengeboran sumur terus berlangsung dan di 2020 ditargetkan mengebor 257 sumur.
 
Upaya Pertamina menambah produksi migas di Blok Mahakam sepanjang 2019 telah mulai menuai hasil dengan peningkatan produksi di lapangan Handil dari sebelumnya rata-rata sebesar 15 ribu bph-16 ribu bph menjadi 17 ribu bph dengan keberhasilan pengeboran di sumur Handil Shallow H-LB-177.
 
Selain mendorong Pertamina meningkatkan kegiatan pengeboran sumur baru serta upaya-upaya mengurangi laju penurunan produksi dengan menggunakan EOR dan lainnya, SKK Migas melihat ada potensi cadangan yang besar di Blok Mahakam. Jika berhasil dieksplorasi, maka tidak hanya dapat meningkatkan kembali produksi migas di Blok Mahakam, tetapi juga menambah cadangan migas secara nasional.
 
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada kesempatan terpisah kembali menyampaikan ada potensi yang besar di Blok Mahakam yaitu potensi cadangan gas yang mencapai 10 triliun cubic feet (TCF) atau lima kali lipat lebih dari cadangan existing. Selain itu, sudah tersedianya infrastruktur pendukung yaitu kilang LNG di Bontang, maka setiap hasil produksi di Blok Mahakam dapat dengan cepat dilakukan monetisasi sehingga memberikan pemasukan ke negara dan pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas.
 
Kunjungan kerja Arifin ini didampingi Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. Selain itu didampingi pula oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial dan Plt Dirjen Migas Djoko Siswanto. Manajemen SKK Migas yang turut mendampingi kunjungan kerja tersebut adalah Deputy Operasi Julius Wiratno serta Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif