Pemerintah Tak Ingin Pemda Papua Menjual Saham Freeport ke Swasta

Suci Sedya Utami 27 November 2018 12:02 WIB
freeportinalum
Pemerintah Tak Ingin Pemda Papua Menjual Saham Freeport ke Swasta
Ilustrasi tambang Freeport - - Foto: MI/ Agus
Jakarta: Pemerintah buka suara mengenai persoalan divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) oleh PT Inalum. Proses pencaplokan saham ini akhirnya melibatkan PT Indocopper Investama (PTII) selaku anak usaha Freeport-McMoRan Inc.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menjelaskan hadirnya PTII di tengah-tengah pencaplokan saham PTFI lantaran pemerintah pusat ingin menjaga komitmen Pemerintah Daerah Papua agar tidak lagi menjual saham Freeport pada swasta.

"Kami tidak ingin kasus serupa Newmont Nusa Tenggara terjadi lagi. Tidak boleh ada pihak asing, makanya ada PTII," kata Fajar di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 26 November 2018.

Sebagai informasi, saham PT Newmont Nusa Tenggara sempat bermasalah. Kala itu Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat merasa tertipu lantaran 24 persen saham milik PT Multi Daerah Bersaing, perusahaan patungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dan Sumbawa Barat dengan anak usaha PT Bumi Resource Minerals, Multicapital, telah digadaikan ke Credit Suisse Singapura.

Saham Newmont digadaikan MDB untuk mendapatkan utang dari Credit Suisse. Akibatnya daerah belum bisa mencicipi dividen dari Newmont karena digunakan untuk membayar utang.

Hal serupa pernah dikatakan Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin terkait alasan hak pemda di saham Freeport bakal dipegang dahulu oleh Inalum melalui Indocopper. Pasalnya Inalum akan menalangi bagian kewajiban pemda senilai saham 10 persen dalam divestasi.

Saham tersebut, kata Budi akan dikembalikan setelah pemda bisa melunasi. Budi menilai skema tersebut dinilai bagus agar Pemda tidak buru-buru menjualnya kembali saham yang telah dimiliki. Sebab, nantinya kemungkinan saham yang dimiliki Pemda akan dikelola atau dipegang oleh BUMD.

"Takutnya itu BUMD yang pegang nanti dijual ke asing, balik lagi kayak Indocopper. Indocopper dulu juga begitu, dikasih ke Pemerintah Indonesia dijatuhkan ke swasta, swastanya pinjem ke Freeport kemudian dibeli lagi oleh Freeport. Maka kalau bisa pinjamnya ke kita saja," kata Budi.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe menolak proposal divestasi 51 persen saham PTFI yang diajukan Inalum. Lukas mengatakan kesepakatan sebelumnya diubah dengan proposal baru, dan dalam proposal baru itu disodorkan nama perusahaan daerah adalah PTII.

Indocopper sebelumnya merupakan perusahaan milik Aburizal Bakrie dan sempat memegang saham Freeport, sebelum dijual lagi ke PTFI.

 



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id