Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PLN, Murtaqi Syamsuddin, mengatakan PLN memerlukan penambahan kapasitas pembangkit untuk dapat memenuhi kebutuhan tenaga listrik dan pemikul beban puncak di sistem Sumatera bagian Utara.
"PLTA Batang Toru memiliki Kapasitas sekitar 500 megawatt (MW). PLTA ini akan difungsikan sebagai pemikul beban puncak listrik (peaker) di Sumatera Utara," ujar Murtaqi, dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (16/10/2014).
Pengembangan PLTA Batang Toru dimaksudkan untuk penyediaan tenaga listrik di sistem Sumatera Utara sebagaimana dimanatkan dalam RUPTL PLN 2013-2022.
Proyek ini merupakan proyek yang tidak mensyaratkan adanya jaminan dari Pemerintah melalui Surat Jaminan Kelayakan Usaha/SJKU (Business Viability Guarantee Letter/BVGL).
Pendanaan proyek, selain dari ekuitas dari Konsorsium juga akan didukung oleh lembaga perbankan Goldman Sachs (Asia) L.L.C. untuk komitmen dalam hal pendanaan proyek.
Oleh karena itu, kesepakatan pengembangan dan pembangunan PLTA Batang Toru ini telah ditandatangani dalam bentuk Head of Agreement (HoA) antara Direktur PLN Murtaqi Syamsuddin, Direktur PLN Bagiyo Riawan dan Direktur Utama Dharma Hydro Nusantara, Anton Sugiono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News