Hal itu diungkapkan Direktur Bisnis Jawa Bagian Timur dan Bal (JBTB) Amin Subekti. Dia mengatakan saat ini kesiapan CNG Plant Gresik yang berada di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik ini sudah masuk tahap komisioning. Diperkirakan pada saat beban puncak bisa menggantikan pembangkit yang berasal dari BBM sebesar 300 megawatt.
"Saat ini masuk tahap komisioning. Saat beban puncak bisa menggantikan pembangkit BBM 300 Megawatt. Juga bisa mengurangi pemakaian BBM 450 kiloliter per hari atau Rp2,25 per hari," kata Amin, saat peninjauan CNG Plant Gresik, di Kawasan PLTGU Gresik, Jawa Timur, Kamis (31/3/2016).
Amin menjelaskan, bila sudah beroperasi secara total, maka CNG Gresik ini direncanakan akan dipakai juga untuk memasok gas ke pulau-pulau kecil. Salah satunya adalah pulau Bawean yang terletak di utara Gresik.
Menurutnya, dengan adanya CNG plant Gresik ini maka dapat pula mendorong program pemerintah untuk menggunakan energi baru terbarukan di Indonesia. Artinya Indonesia tidak melulu mengandalkan energi fosil sebagai sumber utamanya.
"CNG plant Gresik ini merupakan usaha PLN bersama anak perusahaannya untuk melakukan efisiensi pemakaian gas dengan cara mengkompresnya pada tekanan rendah," jelas dia.
Rencana kedepannya, Amin menambahkan, CNG plant akan dikembangkan terus untuk memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik ke pulau-pulau yang tidak terjangkau faslitas gas. "Proyek ini merupakan terobosan di mana gas yang dihasilkan berlebih dari suatu daerah bisa dibawa ketempat lain," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News