Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Menkeu Minta Proyek PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha Tidak Dikorupsi

Ekonomi geo dipa energi
Eko Nordiansyah • 25 April 2019 13:11
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta agar proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit 2 Dieng dan Patuha oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) tidak dikorupsi. Apalagi proyek ini membutuhkan dana yang tidak sedikit sampai pembangunannya selesai di 2023.
 
"Saya berharap ini adalah suatu langkah awal yang baik disertai niat yang tulus, komitmen yang jujur, dan komitmen yang selalu profesional menjalankan proyek dengan bersih dan profesional, tanpa konflik kepentingan dan tidak satu sen pun sumber dayanya dikorupsi," kata dia di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 25 April 2019.
 
Dirinya menambahkan, pembangunan proyek tenaga listrik panas bumi merupakan bagian tidak terpisahkan dari program fast track pemerintah. Terlebih pembangunan PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha milik Geo Dipa ini memiliki kapasitas masing-masing sebesar 60 megawatt (MW).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat dengan perekonomian Indonesia tumbuh di atas lima persen dan tingkat urbanisasi meningkat, dan growing middle class. Jadi kebutuhan terhadap tenaga listrik tidak menurun tapi meningkat," jelas dia.
 
Menurut Sri Mulyani, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memberikan tantangan bagi pemerintah dalam menyediakan ketersediaan listrik. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama antara berbagai pihak untuk menyediakan listrik sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
 
"Saya berterima kasih dalam kapasitas sebagai Kementerian Keuangan selalu bisa berpartner dengan kementerian lain. Untuk terus mendorong dan formulasikan kebijakan energi agar bisa terus penuhi kebutuhan perekonomian Indonesia. Namun saat yang sama bagaimana memperhatikan aspek suistainability dalam jumlah energi yang sekain meningkat," pungkasnya.
 
Selain dua PLTP tadi, Geo Dipa juga sedang membangun 10-15 MW Small Scale Power Plant dan 10-15 MW Organic Rankine Cycle Power Plant dengan skema pembangunan Build Operate Transfer (BOT) yang akan beroperasi di tahun 2020 dan 2022. Sehingga pada 2023, Geo Dipa akan meningkatkan kapasitas produksi listriknya hingga 270 MW.
 
Geo Dipa Energi ikut bertanggung jawab dalam memenuhi target Rencana Umum Energi Nasional di pemanfaatan energi setempat yang tersedia secara melimpah guna berperan dalam memenuhi 23 persen pada 2025, serta upaya berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sesuai Paris Agreement.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif