Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Banyak Kargo LNG Belum Terserap, Pemerintah akan Perbaiki Neraca Gas

Ekonomi pertamina lng
Annisa ayu artanti • 20 Oktober 2017 13:01
medcom.id, Jakarta: Pemerintah akan memperbaiki neraca gas di tahun-tahun mendatang karena masih banyak kargo gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) yang belum terserap.
 
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyampaikan, beberapa tahun ke depan Indonesia masih banyak memiliki uncommitted kargo LNG. Oleh karena itu perlu perbaikan pada neraca gas yang sudah disusun saat ini.
 
"Untuk itu kami sedang mengupayakan memperbaiki neraca gas tahun-tahun ke depan agar kita bisa memprediksi apakah perlu kita impor LNG atau kah yang ada di dalam negeri sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gas kita di dalam negeri," kata Arcandra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat 20 Oktober 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arcandra menyebut, dalam menyusun setiap regulasi harus melihat langsung ke lapangan. Sehingga mengetahui apa yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah kapasitas LNG dalam negeri. "Coba bayangkan ketika kita buat regulasi yang kita buat itu tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Seeing is believing," ujar dia.
 
Di lain sisi, saat berkunjung ke fasilitas Liquified Natural Gas (LNG) Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat milik PT Nusantara Regas, kemarin, Arcandra menyampaikan, apresiasinya kepada Nusantara Regas yang mampu mengelola FSRU sendiri. Meski saat ini masih ada tenaga asing, namun nantinya tenaga kerja Indonesia diharapkan mampu mengelola 100 persen.
 
"Sekarang ini 98 persen (tenaga kerja Indonesia), semoga nanti FSRU selanjutnya bisa 100 persen. Tidak bisa serta merta dikelola dalam negeri. Ini yang namanya teknologi baru, jangan cemas selama kita mempunyai pemikiran bahwa teknologi membantu kita mempermudah pekerjaan," tutup dia.
 
FSRU merupakan fasilitas penyimpanan gas dan regasifikasi terapung. FSRU menerima LNG atau gas dalam bentuk cair dari kapal pengangkut LNG kemudian diubah menjadi wujud gas kembali untuk dialirkan melalui pipa ke konsumen gas.
 
Pasokan gas FSRU Nusantara Regas didapatkan dari Kilang LNG Bontang dan Tangguh. LNG dengan suhu minus 160 derajat Celcius dibawa dengan kapal LNG untuk kemudian disimpan dalam FSRU dan diregasifikasi dengan media Propane sampai menjadi gas.
 
FSRU Nusantara Regas sejak dioperasikan 2012, mampu memasok gas sebesar maksimum 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk tiga pembangkit listrik yaitu PJB Muara Karang, IP Tanjung Priok dan PJB Muara Tawar. Pada 2017, Nusantara Regas memperkirakan penyaluran LNG hingga 28 kargo atau setara 225 BBTUD untuk memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik PLN di Teluk Jakarta dan industri di area Jawa bagian Barat.
 
Sementara itu, di Indonesia, baru ada 2 FSRU yaitu FSRU Jawa Barat dan Lampung. Di dunia sendiri, belum banyak negara yang memiliki fasilitas FSRU.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif