Proyek pengembangan JTB diharap mempercepat utilisasi pipa GresikÔÇôSemarang. (FOTO: dokumentasi Pertamina)
Proyek pengembangan JTB diharap mempercepat utilisasi pipa GresikÔÇôSemarang. (FOTO: dokumentasi Pertamina)

Proyek Jambaran Tiung Biru akan Serap 6.000 Pekerja Lokal

Ekonomi pertamina
Ade Hapsari Lestarini • 26 September 2017 11:29
medcom.id, Jakarta: Proyek Pengembangan Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) akan memiliki multiplayer effect bagi masyarakat setempat dengan menyerap sekitar 6.000 pekerja lokal pada masa puncak proyek. Pada saat konstruksi, teknik proyek JTB akan mempekerjakan 6.000 tenaga lokal di Bojonegoro dan sekitarnya.
 
"Perseroan berkomitmen bisa berkontribusi mendorong perekonomian daerah, salah satunya adalah dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat," ungkap Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Adriansyah dalam siaran persnya, Selasa 26 September 2017.
 
Sementara untuk Early Civil Work (ECW), lanjut Adriyansyah, saat ini terdapat sekitar 200 orang unskill labour. Sejalan dengan makin padatnya pengerjaan proyek JTB di masa mendatang, kebutuhan tenaga kerja lokal juga akan semakin meningkat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini pekerja langsung, belum termasuk tenaga kerja tidak langsung yang mendukung program ini, proyek ini semakin bermanfaat untuk menggerakkan perekonomian daerah," tambah dia.
 
Adapun untuk memenuhi tenaga kerja professional, tambah Adriansyah, PEPC telah mengadakan sertifikasi tenaga kerja migas sebanyak 175 orang, di mana 170 orang telah terserap di Proyek Banyu Urip. Tenaga ahli migas lainnya adalah yang mempunyai sertifikasi welding sebanyak 20 orang.
 
"Dengan tenaga kerja bersertifikasi ini, PEPC optimistis proyek JTB akan bisa produksi 2021 dan dapat mempercepat utilisasi pipa Gresik–Semarang serta pemanfaatan gasnya bisa diperluas. Proyek yang memiliki kompleksitas tinggi dengan kandungan CO2 34 persen, kapasitas pemrosesan gas 330 MMCSFD dan produksi 172 MMSCFD memang membutuhkan tenaga kerja profesional secara selektif," jelasnya.
 
Senada, Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik menambahkan, bila lapangan gas yang membutuhkan investasi USD1,547 miliar ini berjalan dengan lancar, Pertamina berharap proyek-proyek yang sempat tertunda dan keekonomiannya diragukan akan kembali berjalan satu persatu.
 
"Selain menyerap tenaga kerja langsung, proyek ini nantinya juga akan menciptakan lapangan kerja baru di berbagai industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan akan mengurangi angka pengangguran," ungkap Massa.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif