Gedung Pertamina (Foto: Setkab)
Gedung Pertamina (Foto: Setkab)

Pertamina Amankan Pasokan BBM di Arus Balik

Ekonomi pertamina stok bbm harga bbm Mudik Lebaran 2019
Suci Sedya Utami • 08 Juni 2019 12:26
Padang: Berkaca dari peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada arus mudik Lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) menyatakan telah bersiap menghadapi arus balik dengan memperkuat ketahanan stok. Untuk menambah stok BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) dioperasikan juga SPBU kantong di lokasi-lokasi yang konsumsinya meningkat.
 
Unit Manager Communication & CSR MOR I Roby Hervindo mengatakan tiga SPBU Kantong disiapkan untuk melayani konsumen di jalur wisata yaitu di SPBU 14.261.580 Baso Bukittinggi, SPBU 14.271.536 Padang Panjang, dan SPBU 13.262.511 Air Putih 50 Kota.
 
Selain itu, SPBU Motoris yang siap menghantar BBM jika terjadi kemacetan, disiagakan di SPBU 14.264.566 Batagak dan SPBU 14.261.580 Baso. "Terminal BBM Teluk Kabung mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 15 hari ke depan," ucap Roby, dalam keterangan resminya, Sabtu, 8 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SPBU di jalur mudik Sumbar seperti Kampar–Payakumbuh dan Padang Panjang–Bukittingi dipadati kendaraan. Pertamax, pertalite dan dexlite menjadi bahan bakar pilihan pemudik dalam Lebaran 1410 H ini. Konsumsi ketiganya selama periode mudik 1 hingga 6 Juni, berturut-turut melonjak 74 persen, 29 persen, dan 18 persen dibandingkan dengan konsumsi normal.
 
Ia menjelaskan kenaikan konsumsi sudah diprediksi dan disiapkan Pertamina. "Secara umum, penyaluran bahan bakar bensin sejak awal Juni meningkat 28 persen. Sementara bahan bakar diesel turun 53 persen akibat pembatasan kendaraan berat," tutur Roby.
 
Penggunaan pertamax oleh pemudik meningkat sejumlah 247 ribu liter per hari dibandingkan dengan konsumsi normal 142 ribu liter per hari. Pertalite mengekor dengan konsumsi 734 ribu liter per hari atau meningkat dibandingkan dengan kondisi normal 567 ribu liter per hari.
 
Dexlite juga banyak dipilih konsumen, dengan konsumsi 9,6 ribu liter per hari dibandingkan dengan rerata normal 8,1 ribu liter per hari. Adapun konsumsi biosolar sejak awal Juni turun sekitar separuh dari konsumsi normal. Konsumsi premium meningkat sebanyak 29 persen atau 1,9 juta liter per hari dibandingkan dengan konsumsi normal.
 
Lebih lanjut selama arus mudik, Rumah Pertamina Siaga di SPBU 13.262.511 Kabupaten Lima Puluh Kota ramai disinggahi pemudik. Kebanyakan mereka beristirahat sambil menikmati fasilitas layanan pijat dan tempat bermain anak.
 
Bright Gas 5,5 Kg Jadi Pilihan
 
Di sisi lain, Pertamina mencatat satu hari usai Lebaran 2019 konsumsi rata-rata harian bright gas 5,5 kg dan 12 kg naik dibandingkan periode yang sama di 2018. Bright gas 5,5 kg meningkat 21 persen, sedangkan bright gas 12 kg meningkat tujuh persen dari rata-rata konsumsi harian pada periode Ramadan dan Idulfitri 2018.
 
VP Corporate Communication Fajriyah Usman mengatakan peningkatan volume konsumsi bright gas 5,5 pada periode Ramadan dan Idulfitri 2019 sebesar 49.000 kg per hari atau mendekati 9.000 tabung per hari dibandingkan dengan periode yang sama 2018. Sedangkan bright gas 12 kg rata-rata konsumsi naik 2.000 tabung per hari dibanding periode yang sama tahun lalu.
 
"Produk bright gas menjadi salah satu pilihan konsumen pada momen Ramadan dan Idulfitri tahun ini, karena jika dilihat dari data yang ada, peningkatan persentase produk bright gas 5,5 kg dan bright gas 12 kg juga naik dari rata-rata konsumsi normal di 2019 sebesar enam persen dan empat persen," jelas Fajriyah.
 
Fajriyah menjelaskan bright gas memiliki beberapa keunggulan seperti warna pink yang menarik, dilengkapi teknologi double spindle valve system, yaitu sistem pengamanan katup ganda untuk mengurangi tekanan gas yang berlebih sehingga memberikan rasa aman. Selain itu, bright gas memiliki teknologi segel hologram untuk menjamin keaslian produk.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif