Menteri ESDM Arifin Tasrif . Foto : Medcom/Suci.
Menteri ESDM Arifin Tasrif . Foto : Medcom/Suci.

Serapan Subsidi Energi 2019 Lebih Rendah

Ekonomi Subsidi Energi
Suci Sedya Utami • 09 Januari 2020 16:22
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penyerapan anggaran subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan liquified Petroleum gas (LPG) hingga akhir tahun kemarin lebih rendah dari yang dialokasikan dalam pagu di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
 
Data sementara Kementerian ESDM yang belum diaudit mencatat, realisasi subsidi BBM dan LPG hingga akhir 2019 sebesar Rp85,7 triliun. Sedangkan anggaran yang dialokasikan (pagu) di APBN 2019 untuk pos tersebut sebesar Rp100,7 triliun.
 
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan lebih rendahnya serapan subsidi dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar rupiah dan juga pergerakan harga minyak Indonesia (ICP) yang realisasinya lebih rendah dari yang ditargetkan dalam APBN 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Subsidi turun (rendah) karena kurs-nya (menguat). ICP dari tinggi patokannya tiba-tiba pada kenyataannya di bawah. ICP turun memang karena demand dunia turun, jadi harga minyak dunia turun, ICP juga ikut turun," kata Arifin di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Masih berdasarkan data Kementerian ESDM realisasi nilai tukar di 2019 sebesar Rp14.102 per USD. Sedangkan dalam APBN 2019 dipatok sebesar Rp15.000 per USD.
 
Sementara ICP pada realisasinya sebesar USD62,37 per barel. Sedangkan dalam APBN 2019 ditetapkan sebesar USD70 per barel.
 
Adapun serapan subsidi listrik hingga akhir tahun sebesar Rp49,7 triliun. Realisasi tersebut lebih rendah dari yang dialokasikan di APBN 2019 sebesar Rp59,3 triliun. Sehingga serapan subsidi total di sektor energi di 2019 sebesar Rp135,4 triliun dari alokasi Rp160 triliun dalam APBN.
 
Sebagai catatan data yang dikeluarkan Kementerian ESDM, sedikit berbeda dengan data yang dikeluarkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru-baru ini, meski kedua data tersebut sama-sama belum diaudit dan masih bersifat sementara.
 
Kemenkeu mencatat serapan subsidi energi sebesar Rp136,9 triliun dengan rincian subsidi BBM dan LPG Rp84,2 triliun dan subsidi listrik Rp52,7 triliun. Dengan realisasi ICP sebesar USD62 per barel dan kurs rupiah sebesar Rp14.146 per USD.
 
Untuk 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp125,3 triliun dengan rincian subsidi BBM dan LPG sebesar Rp70,5 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp54,8 triliun.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif