Ilustrasi. FOTO: MI/Galih Pradipta
Ilustrasi. FOTO: MI/Galih Pradipta

PGN Siap Bangun Infrastruktur Jargas di Ibu Kota Baru

Ekonomi pemindahan ibukota pertumbuhan ekonomi perusahaan gas negara (pgn) ekonomi indonesia
Suci Sedya Utami • 19 Oktober 2019 08:29
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembangunan infrastruktur gas bumi di Kalimantan Timur yang dipilih pemerintah sebagai ibu kota baru. Komitmen tersebut secara langsung disampaikan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso saat Hilir Expo 2019.
 
Gigih meyakini dengan pengalaman PGN dalam membangun dan mengelola proyek jaringan gas (jargas), pemanfaatan gas bumi di ibu kota baru akan jauh lebih efisien dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Apalagi pemerintah menyatakan tidak boleh ada penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) di ibu kota baru.
 
Warga di ibu kota baru nantinya akan memasak menggunakan jargas. "PGN siap membantu menyiapkan infrastruktur di ibu kota baru untuk menjadi smart city yang berbasis pada energi bersih gas bumi. Proyek jargas yang selama ini berjalan terbukti efektif mengurangi biaya energi rumah tangga," kata Gigih, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 19 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal yang sama ditegaskan oleh Division Head Corporate Communication PGN Krisdyan Widagdo Adhi. Ia menyatakan sebagai perusahaan BUMN, PGN tentu akan mengikuti arahan pemerintah dalam hal menyiapkan jargas di ibu kota baru.
 
"Itu sudah pernyataan (pemerintah), mau tidak mau kita harus siap," kata Dodo sapaan akrabnya.
 
Dodo mengatakan PGN pada dasarnya telah membangun jargas di Kalimantan, di antaranya di Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, dan Tarakan yang menjadi calon lokasi pembangunan ibu kota baru. Ia mengatakan sebenarnya perencanaan untuk jargas di ibu kota baru sangat penting.
 
Menurut Dodo, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memikirkan utilisasi energi di ibu kota baru nanti tidak hanya memfokuskan penggunaan gas bumi melalui jargas untuk kegiatan rumah tangga. Namun juga untuk transportasi komersial hingga kelistrikan.
 
"Kelistrikan itu lebih besar dibicarakan dengan Bappenas agar perencanaannya tidak separuh-separuh," jelas Dodo.
 
Sebelumnya, Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan saat ini gas bumi telah menjadi aset strategis untuk mendorong produksi dan menguatkan kebangkitan sektor manufaktur. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo mengenai pengembangan infrastruktur harus berdampak langsung terhadap pengembangan wilayah dan meningkatkan nilai tambah.
 
Itu sebabnya, pembangunan infrastruktur akan menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat pengembangan wilayah ekonomi baru melalui pemanfaatan gas bumi di dalam negeri. "Gas bumi bukan lagi sebagai komoditas. Tapi harus menjadi alat produksi yang memperkuat sektor industri dan perekonomian nasional," pungkas Bambang.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif