Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kedua dari kiri). Foto : Medcom/Annisa Ayu.
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kedua dari kiri). Foto : Medcom/Annisa Ayu.

Harga Nikel Dalam Negeri Dipatok USD30 per Metrik Ton

Ekonomi smelter nikel
Annisa ayu artanti • 12 November 2019 21:31
Jakarta: Harga nikel dalam negeri yang diserap pengusaha smelter dipatok maksimal USD30 per metrik ton. Pembentukan harga tersebut diklaim Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) setelah terbentuk kesepakatan antara Asosiasi Pertambangan Nikel Indonesia (APNI) dan Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I).
 
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan harga tersebut sudah melalui perhitungan yakni harga internasional dikurang biaya pengapalan (transhipment) dan pajak dengan minimum harga USD27 per metrik ton dan maksimal USD30 per metrik ton. Harga tersebut berlaku hingga 31 Desember 2019.
 
"Hitunganya kurang lebih sekitar USD30 per metrik ton, dan itu semua sepakat tidak ada yang tidak sepakat," kata Bahlil di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa, 12 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Bahlil menjelaskan, dari 37 pengusaha nikel yang memiliki izin ekspor pemerintah, telah mengevaluasi sebelas perusahaan dan yang berhak melakukan ekspor nikel sampai saat ini sembilan perusahaan. Sementara dua perusahaan lainnya masih dalam proses.
 
Artinya ada 26 perusahaan yang belum mendapatkan kepastian ekspor. Menurut Bahlil, perusahaan-perusahaan yang belum mendapatkan kepastian ekspor tersebut berpeluang menjual nikel ke perusahaan smelter dengan harga yang telah disepakati.
 
"Sedangkan sisanya 26 perusahaan saya anggap hanya mau diserap dalam negeri karena belum konfirmasi ke saya," ujarnya.
 
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey mengaku sepakat dengan harga tersebut. Ia mengatakan, pembentukan harga itu untuk mendukung hilirisasi dalam negeri.
 
"Kami sudah menerima tinggal dikonfirmasi lagi dengan penerimanya yaitu AP3I," kata Meidy.
 
Sekretaris Jenderal AP3I Haykal Hubeis menambahkan, sejauh ini harga yang ditetapkan sudah sesuai. "Sejauh ini dari rapat tadi sih masih dianggap make sense," tukas Haykal.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif