Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya Utami
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya Utami

Konsumsi BBM Tahun Ini Diramal Kembali Jeblok

Ekonomi kementerian esdm bbm subsidi Solar
Suci Sedya Utami • 12 Februari 2020 17:51
Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan potensi kelebihan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar tahun ini.
 
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, kuota volume solar subsidi ditetapkan sebesar 15,3 juta kiloliter (kl). Volume tersebut bertambah 800 ribu kl dari kuota di tahun lalu yang sebesar 14,5 juta kl.
 
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa memaklumi hal tersebut jika melihat konsumsi solar pada tahun lalu melebihi kuota mencapai 16,2 juta kl. Selain itu, kebijakan pengawasan termasuk dengan menggunakan digitalisasi nozzle atau memasangkan pendeteksi digital ke alat pengisian bensin tidak dilakukan dengan tuntas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedeharna saja logikanya 14,5 juta kl kuota di 2019, kuota di 2020 cuma naik 800 ribu kl, artinya itu kalau tidak ada itu nozzle tidak ada perubahaan Perpres, dengan logika yang sama, ekonominya yang sama, apalagi kendaraannya pertambah (bisa saja jebol)," kata pria yang akrab disapa Ifan ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

 
Ia mengatakan jebolnya konsumsi BBM solar di tahun lalu akibat digitalisasi nozzle di 5.518 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) belum rampung. Padahal digitalisasi nozzle ditargetkan rampung pada Juni 2020.
 
Selain itu, kelebihan kuota juga terjadi karena selama ini titik serah BBM dilakukan di depo BBM, bukan langsung pada penyalur. Hal ini seringkali menimbulkan kebocoran penyaluran.
 
Kemudian menggunakan istilah 'kencing di jalan' atau bisa saja saat pendistribusian mobil tangki BBM menyeleweng sebagian solar ke industri, bukan ke SPBU. Namun hal tersebut tidak tercatat.
 
"Ini yang kita usulkan titik serangnya bukan di depot tapi di penyalur," tutur dia.
 
Lebih lanjut, BPH Migas telah membatasi penggunaan solar bagi kendaraan roda enam maksimal 200 liter per hari, roda empat 80 liter per hari dan kendaraan pribadi 40 liter per hari sejak tahun lalu agar bisa menekan dan mengatasi kelebihan kuota.
 
"Kalau ini berjalan pembatasan terjadi, nomor polisi dicatat Insyaallah ini berjalan. Tanpa itu kontrolnya enggak jalan," jelas dia.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif