Apindo: DNI Hanya Menarik untuk Pembangkit Listrik
Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kebijakan relaksasi daftar negatif investasi (DNI) belum perlu untuk segera dikeluarkan. Perombakan dalam paket kebijakan ekonomi ke-16 ini pun disebut hanya menarik untuk sektor pembangkit listrik.

"Menonjol mungkin ke arah pembangkit listrik, kemarin dibuka (investasi asing) sampai dengan 95 persen. Bahkan kalau kerja sama dengan Pemda bisa dibuka 100 persen," kata Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani, ditemui di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Hariyadi mengatakan, 54 sektor yang dirilis dalam relaksasi DNI ini telah banyak dikerjakan oleh pengusaha domestik. Pemerintah, kata dia, perlu berkaca dari kebijakan DNI yang dikeluarkan pada 2016 lalu. Hasilnya, bidang usaha yang dikeluarkan dari DNI tidak begitu diminati investor asing.

"Bagi kami tidak terlalu urgent untuk direlaksasi karena pertama dari jenis sektornya, menurut pandangan kami tidak begitu menarik bagi investor luar. Kebanyakan sudah dikerjakan pelaku domestik, contohnya jenis survei, penyewaan mesin, akupuntur juga ada," paparnya.

Pernyataan terkait pemerintah tidak akan merevisi penarikan kebijakan relaksasi DNI ini pun dinilai bakal menjadi buah simalakama. Menurut Hariyadi pernyataan yang dituangkan dalam penjelasan akhir regulasi ini pun tak lazim ditemukan.

"Statement dalam penjelasan bahwa DNI tidak bisa roll back itu menurut saya kurang pas. Sama saja pemerintah mengunci dirinya sendiri, kalau kalah nanti repot perbaikannya bagaimana. Semua klausul yang dibuat pemerintah kan selalu dibuat paling akhir akan ada revisi apabila terjadi kekeliruan, ini kok tidak akan ditarik lagi," ungkapnya.

Ia menyayangkan pembahasan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian nasional melalui investasi ini tak dikomunikasikan dengan asosiasi pengusaha. Relaksasi DNI pun diminta dikaji kembali sebelum berlaku penuh.

"Kurang pas saat tidak dilakukan konsultasi publik, akhirnya akan terjadi kebijakan yang menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat. Sebaiknya stakeholders diajak bicara, ditinjau kalau tidak menarik ditarik kembali," tandasnya.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id