Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Serapan DMO Tak Capai Target

Ekonomi batu bara DMO Batu Bara
Suci Sedya Utami • 11 Maret 2019 20:50
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penyerapan batu bara di pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) sepanjang 2018 tidak capai target.
 
Direktur Jenderal Minerba Bambang Gatot Ariyono mengatakan dari target DMO 125 juta ton, serapannya hanya 115 juta ton. Namun demikian, Bambang memastikan kendati tidak mencapai target, kebutuhan di dalam negeri tetap terpenuhi.
 
"Kita targetkan 125 juta ton karena untuk memperbanyak apa yang bisa disediakan di dalam negeri sehingga otomatis kebutuhan industri dan PLN terpenuhi," kata Bambang dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 11 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan dari realisasi tersebut sebanyak 91,14 persen dimanfaatkan untuk sektor kelistrikan. Sedangkan sisanya 23,95 persen untuk sektor industri lain seperti kegiatan metalurgi, semen, tekstil, pupuk dan pulp serta briket.
 
Terkait kendala pelaksanaan DMO yang tidak capai target di antaranya dikarenakan kualitas batu bara yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembangkit atau peralatan milik end user domestik. Kemudian realisasi pasokan batu bara lebih kecil dari kontrak yang telah disepakati yang dikarenakan adanya perbaikan atau perawatan PLTU milik end user domestik serta penundaan rencana pengembangan produksi oleh end user domestik.
 
Meskipun demikian Bambang menjelaskan pemenuhan DMO setiap tahunnya terus meningkat. Pada 2014 penyerapan DMO sebesar 76 juta ton, 2015 sebesar 86 juta ton, 2016 sebesar 91 juta ton, 2017 sebesar 97 juta ton, dan tahun lalu di atas 100 juta ton.
 
Hal ini sejalan dengan produksi batu bara nasional yang juga meningkat. Pada 2014 sebesar 458 juta ton, 2015 sebesar 461 juta ton, 2016 turun menjadi 456 juta ton, namun naik kembali di 2017 ke 461 juta ton serta di 2018 mencapai 557 juta ton. Adapun sisa dari produksi tahun lalu yang diekspor sebesar 442 juta ton.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif