Elpiji 3KG. MI/Liliek.
Elpiji 3KG. MI/Liliek.

Pertamina Siap Distribusikan Elpiji Bersubsidi Pakai Kartu

Ekonomi elpiji 3 kg
Suci Sedya Utami • 16 April 2019 16:05
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan kesanggupan untuk menerapkan kebijakan subsidi elpiji 3kg secara tertutup atau langsung pada masyarakat.
 
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan pihaknya tinggal menunggu arahan dari regulator dalam hal ini Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menerapkan kebijakan tersebut.
 
"Pertamina prinsipnya sebagai operator yang menyelenggarakan penyaluran elpiji bersubsidi kita mengikui regulasi, kita siap-siap saja," kata Mas'ud pada Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 16 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mas'ud mengatakan saat ini rencana penyaluruan subsidi elpiji secara tertutup masih dikoordinasikan. Adapun beberpa opsi penyalurannya bisa melalui kartu, nomor handphone dan juga aplikasi LinkAja.
 
Harapannya dengan kebijakan tersebut membuat subsidi yang diberikan bisa lebih tepat sasaran atau diterima oleh yang berhak mendapatkan. Tentunya penerima subsidi haru sesuai dengan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
 
Sebelumnya Menteri ESDM Ignasius Jonan menginstruksikan agar subsidi diberikan secara tertutup atau langsung ke masyarakat. Nantinya masyarakat yang layak mendapatkan elpiji subsidi akan membeli sesuai harga keekonomian namun selisih dari harga keekonomian dan harga yang disubsidi akan ditransfer melalui kartu.
 
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengatakan distribusi menggunakan kartu akan terintegrasI dengan bantuan sosial lainnya di berbagai kementerian dan lembaga (K/L).
 
"Selisih harganya itu akan ditransfer pemerintah melalui kartu bantuan yang terintegrasi," kata Rizwi.
 
Namun dia bilang, implementasi tersebut kemungkinan baru bisa dilakukan setelah pemilu presiden (Pilpres) pada April mendatang. Rizwi mengatakan pihaknya akan menunggu agar suasana stabil. Rizwi mengatakan program ini kemungkinan akan efektif di 2020 ketika ada pembahasan anggaran baru.
 
"Setelah pemilu ada uji coba dar TNP2K. Kalau sekarang enggak efektif, nanti dianggap kampanye, kan sensitif. Ya siapapun pemerintahnya nanti, kita akan usulkan bentuknya begitu. Kan lebih bagus," tutur dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif