Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.

Pemerintah Lirik Potensi Kerja Sama Teknologi Kembangkan B100

Ekonomi kementerian esdm biofuel
Suci Sedya Utami • 13 September 2019 16:17
Jakarta: Pemerintah melirik kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dalam hal penggunaan teknologi untuk mengembangkan biodiesel atau campuran solar dengan bahan bakar nabati (BBN) berupa minyak sawit menuju 100 persen atau B100.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar usai pertemuan Menteri Energi se-ASEAN di Thailand. Dalam pertemuan tersebut, Arcandra juga bertemu dengan dua perwakilan AS yakni Department of State dan US Asian Business Chamber. Arcandra mengatakan AS memiliki kilang pengolahan migas.
 
"Kita melihat teknologi apa yang efisien untuk mengubah B100 dan kita harapkan bisa kerja sama di sana," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat, 13 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arcandra mengatakan dalam kaitannya terkait diskriminasi sawit Indonesia oleh Eropa, AS menyatakan tidak memihak pada siapapun. Negeri Paman Sam itu memilih untuk netral.
 
Indonesia pun mencari dukungan untuk memperjuangkan biodiesel. Dia bilang Indonesia juga memaparkan upayanya untuk menuju green energy dengan biodiesel. Bahkan Arcandra bilang, Indonesia tidak segan untuk mencari peluang mengekspor produk biodieselnya mengingat penerangan di dalam negeri di klaim sukses.
 
"Ya boleh, (kita) punya kesempatan (ekspor). Kita dalam rangka enggak cari musuh. Nah ini strategi saya cari alliance. At least saya dapatkan (dukungan) dari IEA (International Energy Agency), IRENA (International Renewable Energy Agency), US. Ini usaha aktif kita," tutur dia.
 
Sebelumnya Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk menurunkan penggunaan energi fosil salah satunya dengan mendorong pemanfaatan biodiesel level 100 persen (B100).
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pun merespons rencana penerapan B100 ditargetkan bisa diterapkan di 2022. Dia bilang penerapan kebijakan biodiesel akan bertahap. Saat ini kebijakan tersebut baru sampai tahap B20, lalu bertahap ke B50 hingga B100 atau full BBN.
 
"Targetnya tiga tahun dari sekarang," kata Rini.
 
Sementara itu, saat ini penerapan biodiesel baru sampai level 20 persen (B20). Rencananya pada awal tahun depan, pemerintah akan menaikkan kewajiban pencampuran menjadi 30 persen (B30).
 
Kementerian ESDM pun telah melakukan uji jalan terhadap kendaraan darat. Dari hasil uji jalan menunjukkan tidak ada perbedaan kinerja signifikan ketika kendaraan menggunakan bahan bakar B30 dan B20. Bahkan kendaraan berbahan bakar B30 menghasilkan tingkat emisi lebih rendah. Oleh karenanya Kementerian ESDM akan melakukan uji coba menyeluruh B30 pada November 2019.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif