Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Sinopec Segera Bangun Depo Minyak

Ekonomi minyak mentah
Media Indonesia • 10 Januari 2020 12:31
Kepri: Pembangunan depo minyak di Batam diyakini dapat mendorong terciptanya lapangan kerja dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
 
Karena itu, Plt Gubernur Kepri, H Isdianto, terus mendorong pembangunan depo minyak (oil storage) di Kepulauan Riau itu segera terwujud. Isdianto pun berkirim surat kepada pemerintah pusat agar mendukung proyek yang sudah tertunda sejak 2012 tersebut.
 
Dalam suratnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertanggal 7 Januari 2020 itu, Isdianto menyampaikan bahwa pembangunan depo minyak di kawasan Westpoint Maritime Industrial Park itu berdampak positif bagi perekonomian di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mengharapkan kiranya pembangunan depo minyak yang telah tertunda itu dapat segera direalisasikan. Pihak perusahaan juga telah memperoleh izin-izin sesuai dengan ketentuan perturan perundangan yang berlaku dan merupakan salah satu kawasan langsung investasi konstruksi (KLIK) yang telah ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)," tulis Isdianto dalam suratnya.
 
Pembangunan depo minyak ini nilainya mencapai USD841 juta atau sekitar Rp11,77 triliun (kurs Rp14 ribu per USD).
 
Pemilik proyek pembangunan depo minyak ialah PT West Point Terminal (WPT), perusahaan joint venture antara PT Mas Capital Trust dan Sinomart KTS Development Limited. Sinomart yang menguasai 95 persen saham WPT merupakan anak usaha Sinopec, BUMN asal Tiongkok.
 
"Realisasi pembangunan depo minyak milik investor seperti Sinopec dari Tiongkok itu akan berdampak luas terhadap minat investor lainnya. Kami minta Sinopec segera untuk membangun depo minyak yang telantar sejak 2012," tegas Isdianto.
 
Sekretaris Percepatan Investasi Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum, membenarkan adanya surat Gubernur kepada Presiden. Permintaan dukungan pemerintah pusat itu merupakan bagian dari upaya pemprov untuk menyelesaikan proyek mangkrak.
 
Pemprov berharap dukungan Presiden dan pemerintah pusat akan mendorong investor seperti Sinopec untuk segera menjalankan investasinya. Apalagi, posisi Batam sebagai wilayah tujuan investasi dan parameter keberhasilan investasi di Indonesia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif