Salah satu energi terbarukan. Dok : AFP.
Salah satu energi terbarukan. Dok : AFP.

Dorong EBT, Kementerian ESDM Perlu Wamen

Ekonomi energi terbarukan
Suci Sedya Utami • 06 November 2019 15:31
Jakarta: Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Dharma menilai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memerlukan wakil menteri yang dapat membantu tugas sang Menteri ESDM, terutama dalam pengembangan energi baru terbarukan.
 
Hal tersebut disampaikan Surya dalam acara Indonesia EBTKE Convention and Exhibition 2019. Surya mengatakan hal ini karena realisasi pemanfaatan EBT masih sangat minim. Hingga tahun lalu dia bilang EBT hanya menyumbang 8,6 persen dari target nasional.
 
Padahal Indonesia menargetkan bauran energi terbarukan bisa mencapai 23 persen di 2025. Oleh karenanya pengembangan EBT perlu didukung tentunya dengan kehadiran wakil menteri sebab ESDM membawahi banyak subsektor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"METI pernah menyampaikan dalam sebuah pemikiran alangkah baiknya presiden perlu menunjukkan penguat EBT atau wakil menteri ESDM yang khusus menangani EBT sehingga bauran nasional bisa terpenuhi," kata Surya di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
 
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto. Menurut dia memang perlu ada satu wakil menteri yang ditunjukkan untuk fokus mendorong pengembangan EBT. Dia mengatakan persoalan EBT perlu dituntaskan. Apalagi Indonesia telah berkomitmen dalam kesepakatan di Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh penggunaan energi fosil yang tidak ramah lingkungan.
 
Sugeng juga mengatakan kehadiran wakil menteri merupakan hal prerogatif Presiden Joko Widodo. Ia menganggap kehadiran wakil menteri diperlukan karena tentangan di sektor energi sangatlah besar dan tidak bisa hanya diatasi oleh seorang menteri.
 
"Kalau ditanya apakah setuju atau tidak setuju ada wamen, saya setuju. Tapo lagi-lagi semua keputusan presiden apa dan bagaimana, hak prerogratif. Bukan berarti Komisi 7 mendesak, bukan. Tapi mendukung adanya Wamen ESDM supaya masing-masing ditangani fokus, clear, dan berkelanjutan," jelas dia.
 
Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif tidak menolak ataupun mengiyakan ketika diperlukan wakil menteri. Namun yang terpenting baginya yakni mendorong pengembangan EBT harus dilakukan.
 
"Wah itu saja yang dikejar, nanti wakilnya Pak Surya Dharma," kelakar Arifin.
 
Presiden Joko Widodo melantik 12 wakil menteri yang berasal dari kalangan profesional dan partai politik. Mereka ialah Wamen Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono, Zainut Tauhid Saadi sebagai Wamen Agama, Angela Tanoesoedibjo sebagai Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Surya Tjandra sebagai Wamen Agraria dan Tata ruang.
 
Kemudian, Wamen PU-Pera Wempi Wetipo, Mahendra Siregar sebagai Wamen Luar Negeri, Alue Dohong sebagai Wamen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Budi Arie Setiadi sebagai Wamen Desa, Pembangunan Daerah Ter-tinggal, dan Transmigrasi.
 
Lalu, Jerry Sambuaga sebagai Wamen Perdagangan, Suahasil Nazara sebagai Wamen Keuangan, serta Kartika Wiryoatmojo dan Budi Gunadi Sadikin sebagai Wamen BUMN.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif