Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo. Dok; ESDM.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo. Dok; ESDM.

Pemerintah dan Inpex Sepakati Investasi Blok Masela USD20 Miliar

Ekonomi blok masela
Suci Sedya Utami • 27 Mei 2019 20:17
Tokyo: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela kunjungan Jonan ke Jepang.
 
Sejumlah poin strategis berhasil disepakati salah satunya mengenai kerangka final rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) Blok Masela di Laut Arafuru, Maluku. Pertemuan hari ini membahas negosiasi detil dari kerangka tersebut, sehingga perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan Inpex Corporation Jepang bisa segera ditandatangani.
 
Pemerintah dan Inpex menyepakati nilai investasi pengembangan Blok Masela yang akan mencapai sekitar USD20 miliar. Dengan skema bagi hasil, pemerintah sekurangnya mendapat bagian atau split sebesar 50 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kesepakatan final yang bersejarah tersebut ditandai dengan penandatanganan Minute of Meeting oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda yang disaksikan Menteri ESDM Ignasius Jonan.
 
"Akhirnya Inpex dan SKK Migas sepakat atas pokok-pokok pengembangan Blok Masela sore ini di Tokyo. Pembahasan telah berlangsung sejak 18 tahun yang lalu lho. Nilai investasi antara USD18 miliar-USD20 miliar dengan pembagian yang fair bagi Negara RI dan kontraktor. Saya sampai terharu," kata Jonan dalam keterangan resminya, Senin, 27 Mei 2019.
 
Penandatanganan perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan Inpex Corporation, kata Jonan direncanakan dilaksanakan pada pertemuan negara-negara G20 di Jepang dalam waktu dekat.
 
Dengan demikian maka pembahasan tentang Blok Masela yang sudah berlangsung lebih 20 tahun telah menemukan titik akhir. Kesepakatan ini yang akan memberi dampak positif bagi peningkatan iklim investasi nasional serta pembangunan kawasan Timur Indonesia.
 
Dalam pertemuan kali ini, Jonan didampingi Duta Besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Wakil Kepala SKK Migas Sukandar, dan Deputi Perencanaan SKK Migas Jafee Suardin.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif