Biodiesel. Foto : Kementerian ESDM.
Biodiesel. Foto : Kementerian ESDM.

Penerapan B30 Diyakini Bisa Tekan Emisi Setara 52.010 Bus

Ekonomi biofuel
Suci Sedya Utami • 10 Desember 2019 05:40
Jakarta: Pemerintah konsisten untuk mengimplementasikan kebijakan biodiesel 30 persen (B30) mulai Januari 2020. Penerapan B30 diyakini akan bisa mengurangi emisi gas buang yang diakibatkan oleh polusi kendaraan.
 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan dengan penerapan B30 tahun depan diproyeksikan akan mengurangi emisi gas rumah kaca dan peningkatan kualitas lingkungan sebesar 14,25 juta ton CO2 atau setara 52.010 bus kecil.
 
Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Andriah Feby Misna mengatakan berdasarkan hasil uji jalan (roadtest) untuk kendaraan di bawah 3,5 ton yang dilakukan sepanjang Mei-September 2019, emisi karbon dioksida (CO2) berkurang 0,1-0,1 gram per km.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Begitu juga dengan emisi Particulate Matter (PM) menurun 0,01-0,08 gram per km," kata Feby dalam Forum Merdeka Barat 9, Kominfo, Jakarta Pusat, Senin, 9 Desember 2019.
 
Sementara emisi Total Hydrocarbon (THC) meningkat 0,02 gram per km. Serta emisi oksida nitrogen (NOX) meingkat maksimum 0,3 gram per km. "Tapi tidak masalah, itu masih di dalam ambang batas," tutur Feby.
 
Selain itu, dengan penggunaan B30, daya mesin mengalami peningkatan 0,84 persen. Meskipun di sisi lain konsumsi bahan bakar juga meningkat 0,87 persen.
 
Dari hasil uji jalan tersebut, lanjut dia, untuk kendaraan baru memang memiliki kecenderungan peningkatan filter lebih awal pada jarak 7.500-15.000 km. Namun akan kembali normal setelah pergantian filter bahan bakar.
 
Sementara itu, untuk kendaraan baru di atas 3,5 ton daya mesin normal kecuali pada jarak 7.500-13.000 km. Mesin akan kembali normal setelah penggantian filter. Demikian juga dengan filter akan meningkat lebih awal pada jarak 7.500-13.000 km.
 
Feby menambahkan uji jalan dilakukan di delapan titik oleh Pertamina di antaranya Jakarta Group, Jakarta Group-Plaju, Boyolali, Plaju-Panjang, Kasim, Medan, Rewelu, dan Terminal BBM (TBBM) Balikpapan.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif