Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani

Luhut Minta Perusahaan Migas Genjot Lifting

Ekonomi migas ekonomi indonesia
Antara • 03 Desember 2019 11:01
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta perusahaan-perusahaan migas nasional untuk menggenjot produksi lifting. Langkah itu dinilai Luhut perlu dilakukan guna menekan impor migas yang nantinya diharapkan memberi dampak positif terhadap neraca perdagangan.
 
Mengutip Antara, Selasa, 3 Desember 2019, di Kantor Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Menko Maritim mengumpulkan beberapa perusahaan besar migas. Dalam kesempatan itu, ia meminta sejumlah perusahaan memberikan identifikasi mengenai tren penurunan lifting migas, dari 800 ribu menjadi 700 ribu barel per hari.
 
Arahan Luhut di antaranya adalah peningkatan lifting migas hingga 1 juta barel per hari. Hal tersebut seiring dengan keinginan Presiden Jokowi untuk menekan defisit impor migas. Dalam kesempatan berbeda, Presiden Joko Widodo menginginkan agar impor minyak dan gas dikurangi sehingga persoalan terkait defisit neraca transaksi berjalan bisa diselesaikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan selama bertahun-tahun defisit neraca transaksi berjalan di Indonesia tak kunjung selesai.
 
"Karena kita tahu yang namanya impor migas gede banget. Padahal kita juga memiliki sumur-sumur minyak yang bisa berproduksi ditingkatkan. Yang mestinya produksinya ditingkatkan. Kalau betul-betul berkurang baru impor, bukan menggantungkan terus pada impor dan lifting produksi minyak kita turun terus," kata Presiden.
 
Selain itu berkaitan dengan substitusi impor jika bisa diproduksi di dalam negeri maka tak semestinya dilakukan impor. Ia menegaskan, petrokimia turunannya banyak dan beragam sementara Indonesia masih mengimpor petrokimia.
 
"Contoh tadi minyak dan pembangunan kilang minyaknya, refinerinya. Sudah 30 tahun lebih kita enggak bangun satu kilang pun. Kalau kilang dibangun itu ada turunannya nanti," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif