Claus Wamafma, Putra Papua Pertama yang Jadi Bos Freeport. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami
Claus Wamafma, Putra Papua Pertama yang Jadi Bos Freeport. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami

Jadi Bos Freeport, Claus Wamafma Fokus Berdayakan Masyarakat Papua

Ekonomi freeport Pergantian Direksi BUMN
Suci Sedya Utami • 19 Februari 2020 14:47
Jakarta: Claus Wamafma merupakan putra Papua pertama yang menjabat di jajaran kursi pimpinan PT Freeport Indonesia (FTFI). Claus diberi kepercayaan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi direktur di perusahaan tambang tersebut.
 
Claus mengatakan, ke depan dirinya akan menjalankan tugas yang berhubungan langsung pada masyarakat khususnya di sekitar wilayah operasional PTFI. Ia dipercayai untuk menangani bidang pemberdayaan masyarakat.
 
"Rules-nya masih sama, saya masih menjalankan di bidang pemberdayaan masyarakat, community development PTFI," kata Claus ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Claus mengatakan dengan telah dimilikinya saham PTFI oleh pemerintah Indonesia melalui MIND ID, maka diharapkan tugasnya akan lebih mudah untuk mengembangkan masyarakat dan dapat diterima dengan baik oleh seluruh pemangku kepentingan.
 
Apalagi, kata Claus, PTFI sudah berada di Papua selama 50 tahun sehingga sudah lama hidup berdampingan dengan masyarakat di Bumi Cenderawasih tersebut.
 
"Jelas PTFI sudah lama beroperasi di sini, tentu kami harap dengan jadi keluarga MIND ID, pengembangan masyarakat lebih nyata," jelas dia.
 
Berdasarkan informasi yang dirangkum Medcom.id, Claus sudah berkarier lebih dari 20 tahun di PTFI. Ia pernah menjabat sebagai Senior Vice President (SVP) atau membawahi CSR (Corporate Social Responsibility), partnership fund, serta community development.
 
Sebelum menjabat SVP, Claus ditunjuk sebagai Pengawas Umum Pergudangan serta Manajer Pergudangan selama 2008 sampai 2011.
 
Claus tercatat menempuh pendidikan di SMA 2 Jayapura. Ia kemudian meraih gelar sarjana pada 1998 dan gelar master di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2009.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif