Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Pertamina Siap Hadapi Tantangan Swasta Jual Avtur

Ekonomi pertamina Avtur
Suci Sedya Utami • 18 Februari 2019 20:39
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan dalam menghadapi tantangan di bisnis avtur ke depannya. Hal ini merespons pernyataan Presiden Joko Widodo terkait keinginan agar harga avtur kompetitif.
 
Untuk membuat harga kompetitif, Jokowi meminta supaya swasta masuk dalam bisnis avtur. Selama ini bisnis jual beli bahan bakar minyak (BBM) untuk dunia penerbangan ini hanya dipasok oleh Pertamina.
 
"Itu jadi tantangan buat kita dan kita siap," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 18 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nicke mengatakan secara regulasi memang telah diatur bahwa bisnis avtur diperbolehkan untuk badan usaha lain. Salah satunya melalui Peraturan BPH Migas Nomor 13 Tahun 2008 tentang pengaturan dan pengawasan atas pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak penebangan di bandara. Aturan tersebut menerangkan bahwa selama ini sebenarnya tidak ada larangan dari pemerintah bagi badan usaha lain untuk berbisnis avtur.
 
Selain itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan pun telah mengeluarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 17 K/10/MEM/2019 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis avtur yang disalurkan melalui depot pengisian pesawat udara.
 
Formula perhitungan harga dasar ini nantinya dipergunakan oleh badan usaha sebagai pedoman untuk menetapkan harga jual avtur yang disalurkan melalui depot pengisian pesawat udara kepada maskapai penerbangan berbadan hukum Indonesia di titik serah. Dalam menetapkan harga jual eceran avtur tersebut, ditetapkan batas atas margin sebesar 10 persen dari harga dasar.
 
"Ya memang secara regulasi sudah dibuka sudah lama semua boleh masuk. Tapi tentu ada persyaratan karena harus punya infrastruktur. Tapi persaingan itu menjadi hal yang biasa di mana-mana," jelas Nicke.
 
Sementara itu terkait penurunan harga avtur oleh Pertamina sejak Sabtu lalu, Nicke memastikan tidak akan membuat keuangan perusahaan babak belur. Sebab harga pembelian minyak yang mengacu pada pergerakan Mean ofPlatts Singapore (MoPS) atau rata-rata harga produk minyak di Singapura yang diterbitkan oleh Platts yang merupakan penyedia energi global juga turun.
 
"Harga itu kan sesuai dengan MoPS. Jadi ketika pembeliannya turun ya harga penjualan turun, Itu jadi suatu hal yang biasa saja," jelas Nicke.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif