Kendaraan Listrik. Medcom/Desi A.
Kendaraan Listrik. Medcom/Desi A.

Pemerintah Kembangkan Kendaraan Listrik Ramah Emisi

Ekonomi emisi kendaraan
Dian Ihsan Siregar • 19 Februari 2019 20:55
Jakarta: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan kendaraan listrik sebagai komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (CO2) 29 persen di tahun 2030 sekaligus menjaga ketahanan energi, khususnya di sektor transportasi darat.
 
"Jadi, tren global untuk kendaraan masa depan adalah yang hemat energi dan ramah lingkungan," kata Airlangga dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019.
 
Selain itu, kata dia, kendaraan listrik dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Sesuai yang disampaikan Presiden Joko Widodo, kendaraan bermotor listrik dapat mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM), serta mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM yang berpotensi menghemat devisa kurang lebih Rp798 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airlangga menambahkan, dirinya juga terus mendorong agar manufaktur otomotif di dalam negeri dapat merealisasikan pengembangan kendaraan rendah emisi atau low carbon emission vehicle (LCEV) yang terprogram dalam roadmap industri kendaraan otomotif.
 
"Di dalam peta jalan tersebut, terdapat tahapan dan target dalam upaya pengembangan kendaraan berbasis energi listrik di Indonesia," jelas dia.
 
Sementara itu, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto menambahkan, sesuai roadmap industri otomotif nasional, sejak 2013 sampai 2022 Indonesia sudah mencanangkan pengembangan produksi kendaraan roda dua berbasis low carbon emission vehicle (LCEV) atau kendaraan rendah emisi.
 
"Targetnya 2025, populasi mobil listrik diperkirakan tembus 20 persen atau sekitar 400 ribh unit dari dua juta mobil yang diproduksi di dalam negeri," ucap Harjanto.
 
Jadi, dia menambahkan, langkah strategis untuk kendaraan listrik sudah disiapkan secara bertahap. "Sehingga kita bisa menuju produksi mobil atau sepeda motor listrik yang berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor," pungkas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif